SOSIALISASI : Kegiatan Turun Kampung BPJS Kesehatan di Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (10/7/2019). Foto : SANI/RADAR DEPOK
SOSIALISASI : Kegiatan Turun Kampung BPJS Kesehatan di Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (10/7/2019). Foto : SANI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Memperingati HUT Ke-51 BPJS Kesehatan. Kemarin, jajaran Direksi dan senior leaders BPJS Kesehatan menyambangi sejumlah wilayah perkampungan di Indonesia. Selain memantau langsung implementasi JKN-KIS, kunjungan tersebut juga dilakukan guna menjaring aspirasi masyarakat setempat. Ini demi menyempurnakan jalannya program jaminan kesehatan sosial.

Deputi Direksi Wilayah Jabodetabek BPJS Kesehatan, Ni Made Ayu Sri Ratna Sudewi mengungkapkan, kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang menurunkan semua direksi di wilayah masing-masing. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), hadir untuk menjadi jawaban bagi saudara-saudara yang kurang beruntung. Karena keterbatasan kemampuan ekonomi.

“Dalam kegiatan turun kampung ini diselingi oleh pemberian bantuan berupa alat olah raga. Peserta sangat berantusias mengikuti kegiatan, terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya dan berbagi pengalaman menggunakan JKN-KIS BPJS Kesehatan,” ujarnya kepada Harian Radar Depok, di Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Kota Depok kemarin.

Menurutnya, kondisi geografis di Indonesia sangat bervariasi, begitu juga dengan demografi dan latar belakang perekonomian penduduknya. Oleh karena itu, dia ingin mendengar langsung suara masyarakat tentang pelaksanaan JKN-KIS di berbagai tempat. Khususnya wilayah perkampungan yang kondisinya cukup berbeda dengan wilayah perkotaan yang aksesnya serba ada. Apa saja yang perlu dipertahankan, apa saja yang perlu disempurnakan. “Ini akan menjadi evaluasi kami untuk melakukan peningkatan layanan JKN-KIS ke depan,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, BPJS Kesehatan juga menyambangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) setempat, untuk memastikan pelayanan JKN-KIS berjalan dengan baik. Pembaruan data pada sejumlah kartu peserta JKN-KIS pun dilakukan untuk meningkatkan validitas data.

Tak sampai di situ, para petinggi BPJS Kesehatan pun menyerahkan bantuan peralatan olah raga dan mengajak masyarakat membiasakan perilaku hidup sehat. Ratna pun menegaskan, dalam menjaga kesinambungan JKN-KIS, BPJS Kesehatan tak bisa berjalan sendiri melainkan butuh dukungan semua pihak, termasuk masyarakat. Terlebih, saat ini sudah ada lebih dari 222,5 juta jiwa penduduk Indonesia yang tercatat sebagai peserta JKN-KIS.

“Masyarakat punya peran besar untuk mengawal agar Program JKN-KIS bisa terus berjalan, salah satunya dengan menjaga agar yang sehat tetap sehat, dan yang sakit tidak bertambah parah. Sehat itu murah dan mudah. Makan dengan gizi seimbang, istirahat cukup, dan olah raga ringan tiap hari. Ini hal yang sederhana, tapi tantangannya luar biasa karena tergantung komitmen kita sendiri,” ucap Ratna.

Ia pun mengingatkan kembali makna gotong royong yang menjadi filosofi BPJS Kesehatan dalam mengemban tugasnya menjalankan Program JKN-KIS. Jangan lupa, iuran dari peserta yang sehat membantu peserta yang sakit. Untuk itu, diperlukan sinergi yang kuat dari seluruh masyarakat, khususnya yang sudah menjadi peserta JKN-KIS, agar gotong royong dapat terwujud dan program perlindungan kesehatan ini dapat berjalan optimal.(hmi)