NGARAK: Sejumlah anak mengarak ondel-ondel untuk mendapatkan uang diwilayah Kota Depok, beberapa waktu lalu. Foto : FACHRI/RADARDEPOK
NGARAK: Sejumlah anak mengarak ondel-ondel untuk mendapatkan uang diwilayah Kota Depok, beberapa waktu lalu. Foto : FACHRI/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, SAWANGAN – Kumpulan Orang-orang Depok (KOOD) segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Depok. Musababnya, eksploitasi anak melalui budaya ngarak ondel-ondel menjadi perhatian KOOD untuk memberikan pembinaan kepada pengarak ondel-ondel anak.

Sekretaris Jendral KOOD, Nina Suzana mengatakan, tidak dapat dipungkiri banyak anak mencari uang menggunakan budaya melalui ondel-ondel. Ondel-ondel tersebut diarak dengan berkeliling diwilayah Kota Depok. Untuk itu, KOOD akan bergerak untuk berdiskusi dengan Pemerintah Kota Depok.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan DPAPMK Kota Depok,” ujar Nina kepada Radar Depok.

Nina menjelaskan, tidak seharusnya ondel-ondel yang menjadi ikon dan budaya khas Betawi harus diarak untuk mencari uang. Apalagi pengarakan ondel-ondel dilakukan anak-anak yang belum dewasa dan bukan menjadi ruang untuk mencari uang. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pembahasan dan mencari solusi mengatasi permasalahan tersebut.

Nina menuturkan, sudah seharusnya ikon suatu adat budaya harus dijaga dan bukan menjadi ajang atau peluang untuk mencari uang dengan mengeksploitasi anak. KOOD mengajak masyarakat untuk memberikan ruang anak untuk mendapatkan pendidikan dan kebebasan anak untuk mengembangkan ketrampilan maupun kemampuan anak dalam kegiatan positif. Apabila ingin memperkenalkan anak memiliki kemampuan dan keterampil dalam seni budaya dapat di dorong dengan mempelajari di sanggar seni.

“Perkenalkan anak tentang seni budaya melalui sanggar seni,” tutup Nina. (dic)