RUBIAKTO/RADAR DEPOK PRIHATIN : Kondisi Rumah Casri sangat memprihatinkan, sebelum meninggal, Maulana tinggal bersama Casri sejak 13 tahun lalu.
PRIHATIN : Kondisi Rumah Casri sangat memprihatinkan, sebelum meninggal, Maulana tinggal bersama Casri sejak 13 tahun lalu. Foto : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga Kampung Lio, Kelurahan Depok, Pancoranmas, Casri (50) tidak terima anak angkatnya, Ma (13) yang meninggal Minggu (7/6), dianggap menderita gizi buruk.

Casri menjelaskan anaknya memang memiliki riwayat penyakit pencernaan selama tiga bulan belakangan. “Saya tidak terima kalau anak saya dibilang gizi buruk. Tapi memang dia penderita down syndrome jadi kalau diajak berobat nggak pernah mau,” kata Casri kepada Radar Depok, kemarin (8/7).

Menurutnya, berdasarkan diagnosa dokter, Ma memiliki penyakit lambung kronis.

“Tapi kan anaknya susah kalau diajak berobat. Sebelum meninggal, sempat sakit parah. Baru saya ajak ke rumah sakit saat sakit parah, di gotong sama saudara-saudaranya,” kata Casri.

Lebih lanjut, sambung Casri, Ma memang sudah ia rawat sejak bayi. Dititipkan ibu kandungnya yang tengah bekerja sebagai TKI di Arab Saudi. “Sama saja seperti anak saya sendiri,” tukas Casri.

Berdasarkan pantauan Radar Depok, rumah Casri yang berada di gang sempit, bilangan RT02/19, Kelurahan Depok, Pancoranmas, jauh dari kata layak. Plafon rumah hanya menggunakan terpal untuk menghindari cipratan air hujan.

Terpisah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok telah mengetahui informasi ihwal meninggalnya Ma. Kepala Dinkes Depok, Novarita mengaku mendapat laporan dari pihak keluarga jika Ma meninggal karena penyakit TB yang dideritanya.

“Korban atas nama Ma sudah sakit dari 5 hari setelah Lebaran. Sering demam dan sulit makan. Pernah berobat ke Puskesmas dan pasien disuruh cek lab tapi ngga datang lagi. Lalu pas 7 Juli kondisinya drop dan dibawa ke RS Baktiyuda,” jelas Novarita.

Guna memastikan penyebab dari kematian, dinkes telah memeriksa seluruh anggota keluarga. Sebab menurut Novarita, apabila seseorang meninggal diduga karena TB, seluruh anggota keluarga harus ikut diperiksa ke laboratorium.

“Jadi kalau ada penderita TB maka kita harus memeriksa orang yang kontak dengan penderita. Itu langkah yang sedang kita ambil untuk mengetahui penyebab kematian Maulana,” pungkas Novarita. (rub/san)