IST BARANG BUKTI : Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono dan Wakil Dirkrimum AKBP Ade Ary memperlihatkan barang bukti dan pelaku yang buron beserta senpi yang disita dari pelaku ranmor Junaidi.
BARANG BUKTI : Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono dan Wakil Dirkrimum AKBP Ade Ary memperlihatkan barang bukti dan pelaku yang buron beserta senpi yang disita dari pelaku ranmor Junaidi. Foto : IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Bak di film koboi, perampok sadis dan polisi saling baku tembak di Jalan Raya Bojonggede, perbatasan Depok dan Kabupaten Bogor, kemarin. Dor, dor, dor, tersangka Junaidi alias Adi terkapar tewas di lokasi. Teman sejawatnya, Andi Wijaya di lokasi berbeda bisa lolos dari sergapan kendati bokongnya berlubamg kena tembak.

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menyita senjata api rakitan, berikut tiga butir peluru aktif sebagai barang bukti. Selain itu, disita tiga selongsong peluru, sepeda motor Vario hitam F 5362 FGF, badik bergagang hitam, kunci T beserta tiga mata kuncil L, mata kunci master dan handphone (Hp).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menjelaskan, tersangka merupakan perampok sadis. Dia kerap menganiaya korbannya hingga menembaknya. Tersangka diketahui sudah lebih dari 15 kali melakukan pencurian sepeda motor (Curanmor) bersama rekannya.

“Jadi kalau korbannya yang mencoba melawan atau ada yang mencoba menggagalkan aksinya, tersangka tak sungkan melukai bahkan hingga menembaknya. Kami masih lakukan pengembangan,” kata Kombes Argo, Kamis (4/7).

Menurutnya, tersangka melakukan aksinya pada siang hari dengan sasaran sepeda motor yang terparkir di halaman kontrakan, parkiran ruko hingga minimarket. Dia mengincar kendaraan di wilayah Bogor, Depok hingga Bekasi.

“Tersangka menggunakan kunci letter T untuk membuka kunci kontak kendaraan, dan membekali diri dengan senpi rakitan serta sajam setiap aksinya,” ucap dia.

Aksi tersangka terbongkar, kata Argo usai merampok sepeda motor milik WS di depan rumahnya Jalan Pemuda Kp Pulo RT1/10 Kelurahan/Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Minggu (30/6). Saat itu korban memarkir motornya, sekitar pukul 12:00 WIB dalam kondisi stang terkunci.

Kemudian korban masuk kedalam rumah untuk istirahat, namun setelah bangun sekitar pukul 14:00 WIB. Korban kaget melihat motornya sudah tidak ada. Selanjutnya, korban berusaha mencari dan juga menanyakan ke tetangga. Namun tidak ada juga yang melihatnya.

Mendapat laporan, Unit II Subdit Resmob kemudian melakukan penyelidikan. Dan hasilnya petugas mendapat informasi keberadaan para tersangka. Pada Rabu (3/7) malam, petugas Subdit Resmob membuntuti tersangka Adi hendak kembali ke rumah kontrakannya di Jalan Raya Bojonggede, perbatasan Depok dan Kabupaten Bogor.

“Saat sampai di rumah kontrakannya, tersangka ternyata mengetahui dia diikuti petugas. Tersangka mengeluarkan senpi dan sempat melepaskan tiga kali tembakan ke arah petugas” beber Argo.

Dua tembakan senjata api tersangka Adi, jelas Argo mengenai tembok pagar rumah kontrakannya. Sementara satu tembakannya meleset. “Jadi di sini adu tembak antara tersangka dan petugas sempat terjadi beberapa saat,” terang Argo.

Akibat melakukan perlawanan dan membahayakan keselamatan petugas, akhirnya dilakukan tindakan tegas terukur menembak dan mengenai dada tersangka Adi.

“Kami lakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan tersangka dengan senjata api. Dia sudah membahayakan petugas, serta juga membahayakan keselamatan warga masyarakat sekitar,” tegas Argo.

Selanjutnya, petugas menuju ke TKP dua yakni rumah kontrakan tersangka lain Andi Wijaya. Di lokasi tak jauh dari lokasi tersangka Adi ditembak. “Tersangka Andi ini juga melakukan perlawanan ke petugas saat hendak ditangkap, karena ia juga memiliki senjata api rakitan,” tutur Argo.

Tersangka Andi, kata Argo sempat melepaskan tembakan ke arah petugas. “Dia sempat terkena tembakan petugas di bokongnya. Namun berhasil kabur dengan sepeda motor. Kini menjadi buronan kami atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” tutup Argo.(jpnn/hmi)