MENINJAU : Anggota DPRD Jawa Barat, H.M. Hasbullah Rahmat (tengah) saat meninjau jalan milik provinsi, di Bojong Soang, Kabupaten Bandung. Foto : RICKY/RADAR DEPOK
MENINJAU : Anggota DPRD Jawa Barat, H.M. Hasbullah Rahmat (tengah) saat meninjau jalan milik provinsi, di Bojong Soang, Kabupaten Bandung. Foto : RICKY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dalam Perubahan Perda Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Jawa Barat. Salah satu poinnya, Jabodetabek terutama Depok akan dijadikan kota jasa dan perdagangan. Hal tersebut diungkapkan Anggota Pansus VII DPRD Jawa Barat, HM. Hasbullah Rahmat.

“Kita akan coba gali industri kreatif yang berbasis sumber daya manusia,” katanya kepada Radar Depok, kemarin (7/7).

Nantinya, ujar pria yang akrab disapa Bang Has ini, Jabar juga akan membangun pasar induk menyerupai pasar induk yang ada di Jakarta. Ia mencontohkan, di Cipinang merupakan pusat perkulakan beras, tetapi beras yang ada di sana disuplai dari daerah kabupaten/kota di Jabar.

“Yang mengendalikan pasar itu di Cipinang, Jabar tidak punya kendali. Jenis berasnya sama, tapi ketika masuk ke Cipinang dengan pengolahan teknologi canggih di sana menjadi beras premium. Sedangkan, kalau digiling di tingkat petani, hasilnya kurang bagus dan hancur, itu tidak menjadi beras premium dan harganya kalah sama olahan di Cipinang,” katanya.

Padahal, bahan baku yang didapat sama, antara di Cipinang maupun yang diolah oleh petani di Jabar. Untuk itu, ia mengatakan, Jabar harus didorong untuk memiliki teknologi seperti itu, agar semua produk petani Jabar digiling dengan teknologi canggih yang tidak memecah beras dan meningkatkan kualitas beras yang medium menjadi premium.

“Saya ke pasar Cipinang melihat langsung, bahannya sama kok, tapi begitu digiling pakai mesin di sana, outputnya menjadi beras premium, bersih seperti kaca. Mesin penggilingan mereka menggunakan teknologi canggih,” ucap Bang Has. (cky)