MELAKUKAN PENDAFTARAN : Sejumlah orang tua dan calon siswa saat melakukan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 2 Depok, Jalan Bangau Raya, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas. Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MELAKUKAN PENDAFTARAN : Sejumlah orang tua dan calon siswa saat melakukan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 2 Depok, Jalan Bangau Raya, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas. Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Negeri telah berakhir kemarin (5/7). Sistem pendaftaran elama dua hari ini berjalan kondusif sesuai rencana dari Dinas Pendidikan Kota Depok.

Sekretaris PPDB Kota Depok, Bahrudin mengatakan, dari 26 SMP Negeri yang menjalankan proses PPDB seluruhnya tertib aturan dan tidak terjadi kendala pada sistemnya. Suksesnya pelaksanaan PPDB tidak terlepas dari tertibnya para orangtua saat mendaftar di sekolah. Pasalnya PPDB tahun ini diberlakukan dua sistem, yakni online dan offline.

“Alhamdulillah pantauan kami di lapangan berjalan kondusif selama dua hari tidak ada kendalanya baik pada pendaftaran online dan offline,” kata Bahrudin kepada Radar Depok, di Balaikota Depok, Jumat (5/7).

Namun Bahrudin belum mendapatkan rekapan total keseluruhan pendaftar PPDB tahun ini. Pendaftaran PPDB jalur online berakhir pada Jumat (5/7) pukul 23.59 kemarin. Selanjutnya akan dilaksanakan uji kompetensi khusus pendaftar jalur prestasi lokal pada 8-9 Juli 2019.

“Pengumuman serentak dilakukan 10 Juli 2019 bisa dilihat di website depok.siap-ppdb.com untuk jalur zonasi regular dan pengumuman di sekolah masing-masing untuk pendaftar secara offline,” paparnya.

Setelah pengumuman, tentunya siswa yang lolos masuk ke SMP Negeri diwajibkan melakukan daftar ulang pada 11-12 Juli 2019. Hal itu untuk memastikan bahwa calon siswa benar terdaftar menjadi siswa baru di sekolah tersebut.

Sementara itu, Asmidar selaku orangtua siswa yang mendaftarkan anaknya di SMP Negeri 4 Depok merasa terbantu dengan penerapan sistem online. Karena dirinya tidak perlu datang lagi ke sekolah untuk mendaftarkan sang anak.

“Saya daftarin anak sudah enak lewat handphone aja ngga perlu ke sekolah, dan jaringannya pun bagus ngga down tiap saat bisa dipantau pergerakan nama anak saya di sistem ini,” pungkas Asmidar. (san)