MENINJAU : Anggota Komisi 4 DPRD Jabar, Imam Budi Hartono saat meninjau Situ Rawa Kalong di Kelurahan Curug, Cimanggis. FOTO: RICKY/RADAR DEPOK
MENINJAU : Anggota Komisi 4 DPRD Jabar, Imam Budi Hartono saat meninjau Situ Rawa Kalong di Kelurahan Curug, Cimanggis. FOTO: RICKY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Situ Rawa Kalong tengah mendapatkan intervensi anggaran, baik dari pusat maupun Provinsi Jawa Barat (Jabar). Namun, saat Komisi 4 DPRD Jabar berkunjung, situ yang terletak di Kelurahan Curug, Cimanggis, terdapat beberapa kendala untuk dijadikan destinasi wisata air.

Seperti yang disampaikan Anggota Komisi 4 DPRD Jabar, Imam Budi Hartono. Ia mengungkapkan, pertama kali  masuk jalan menuju situ tersebut, pihaknya kaget karena jalannya kecil.

“Dalam pikiran saya kenapa yang pilih proyek yang nilainya Rp30 miliaran di situ ini,” tutur Imam Budi Hartono kepada Radar Depok.

Padahal, sambung dewan yang akrab disapa IBH ini, masih banyak Situ di Depok yang lebih besar lebih strategis dan lebih besar jalannya, misalnya Situ Rawa Besar atau Situ Pengarengan.

“Memang proyek Situ Rawa Kalong ini merupakan janji kampanye Ridwan Kamil ketika itu. Mudah-mudahan gak ada udang dibalik batu,” tegasnya.

Ia menjelaskan, ngaretnya pengerjaan normalisasi di Situ Rawa Kalong oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) yang harusnya September 2019 ini sudah selesai, malah akhir juli ini baru buat direksi kit alias bedeng kerja.

Sementara Dinas Sumber Daya Air juga sudah selesai tender dan akan memgerjakan proyek tersebut. Sehingga ada beberapa pekerjaan yang tidak akan bisa dilakukan dinas SDA Jabar. Bahkan, sambung IBH, nilai proyeknya yang semula Rp30 miliaran hanya bisa dikerjakan proyek sekitar Rp10 miliar.

“Jadi ketika dilihat di maketnya, ada bangunan besar di tengah. Tapi, itu tidak bisa dikerjakan, hanya yang sekelilingnya saja. Ini anggaran dari provinsi, jadi sampai berkurang jauh. Untuk BBWSCC akan melakukan pekerjaan pengerukan sedimen-sedimen situ agar pendangkalan bisa teratasi, lalu penurapan, pagar keliling dan sebagian joging trak. Sementara Dinas SDA mengerjakan sebagian turap, dan sebagian besar joging trak,” paparnya. (cky)