Beranda Politika IBH Tegur Pimpro Tol Desari

IBH Tegur Pimpro Tol Desari

0
IBH Tegur Pimpro Tol Desari
Imam Budi Hartono
Imam Budi Hartono

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mendapat informasi pengerjaan Tol Depok-Antasari (Desari) di wilayah Depok dikeluhkan warga, Anggota DPRD Jabar, Imam Budi Hartono langsung menegur pimpinan proyek tol tersebut agar dapat mengatasi permasalahan yang merugikan warga.

“Iya, mendapat informasi itu, saya langsung cari tahu siapa Pimpro Tol Desari, setelah dapat, kemudian saya meminta penjelasan dan kerjasamanya agar proyek tersebut tidak merugikan warga Depok,” tutur dewan yang akrab disapa IBH ini kepada Radar Depok, Jumat (5/7).

Dari komunikasi tersebut, sambung IBH, pihak Pimpro Tol Desari memohon maaf atas ketidaknyamanan. Bahkan, pihaknya sudah melakukan teguran ke vendor pekerjaan tanah untuk proyek tol tersebut yang dikeluhkan warga.

“Secara garis besar, mereka menyampaikan bahwa memang kontrak mereka dengan vendor sekarang ini adalah terima padat di lokasi proyek Tol Desari. Tapi, mereka tetap mau bertanggungjawab dan akan membuat hasil tindaklanjut dari permasalahan ini. Kemudian, mereka pun akan menyampaikan ke saya dan memohon maaf kepada warga yang merasa terganggu,” papar IBH.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar ini melanjutkan, dari Tim IPO dengan  pemilik Quarry pun telah sepakat untuk melakukan curring di sepanjang lintasan setelah selesai jam operasional di malam hari.

IBH pun meminta jika ada warga yang terkena asma atau sejenis penyakit saluran pernafasan akibat proyek tersebut, pihak tol harus bertanggungjawab. Sebab, jangan sampai adanya pembangunan tersebut malah dampak negatif yang diterima warga.

“Tolong dong ada hal-hal positif yang juga sampai ke warga, itu juga saya sampaikan,” imbuhnya.

Dalam proyek pembuatan jalan tol, IBH menambahkan, harusnya pekerjaan sesuai dengan SOP. Sehingga, tidak ada permasalahan yang muncul dari pekerjaan tersebut. Kemudian, jika dalam pengerjaan tol terjadi permasalahan negatif, seperti banjir atau kekeringan maka perusahaan yang menangani proyek harus bertanggungjawab.

“Karena sebelum memulai pekerjaan dan tahap perencanaan pun harus sudah ada amdal (Analisis mengenai dampak lingkungan.red),” pungkasnya. (cky)