WORKSHOP: Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin (duduk tengah), serta pengawas SMP, Rosilawati berfoto bersama para guru, usai membuka gelaran Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Administrasi Sekolah, berlangsung di SMP Islam Al-Muhajirin, beberapa waktu lalu. Foto : IST FOR RADAR DEPOK
WORKSHOP: Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin (duduk tengah), serta pengawas SMP, Rosilawati berfoto bersama para guru, usai membuka gelaran Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Administrasi Sekolah, berlangsung di SMP Islam Al-Muhajirin, beberapa waktu lalu. Foto : IST FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, PANCORANMAS – Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin secara resmi membuka gelaran Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Administrasi Sekolah di SMP Islam Al-Muhajirin, Jalan Raya Nusantara, Kecamatan Pancoranmas, beberapa waktu lalu.

Selain workshop, sekolah tersebut juga menggelar Rapat Kerja Tahun Pelajaran 2019/2020. Thamrin menegaskan bahwa pentingnya penyusunan perangkat pembelajaran dan administrasi sekolah. Karena hal itu akan memaksimalkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar para pendidik di sekolah.

“Workshop ini harus dimaksimalkan, karena ini penting. Kami harap waktu libur inilah dimanfaatkan membuat perangkat pembelajaran, dan sebelum 15 Juli aktif KBM seluruh perangkat harus sudah selesai,” ungkap Thamrin dihadapan para peserta workshop.

Thamrin juga berharap, sekolah di Depok menargetkan nilai Ujian Nasional (UN) rata-rata 70. Kemudian materi pelajaran UN semester ganjil dan genap harus selesai pada semester ganjil, atau paling lambat Januari.

“Semester genap digunakan untuk pengayaan pemantapan pelajaran UN. Sedangkan Kelas IX difokuskan pemantapan UN tidak ada giat ekskul,” terangnya.

Senada, Kepala SMP Islam Al-Muhajirin, Irmiwati mengatakan, workshop tersebut diikuti oleh 35 guru dan karyawan. Untuk pemantapan pembelajaran, pihaknya fokus juga pada bacaan Alquran, Tartil, dan Tahfidz atau hafalan Alquran.

“Jadi seluruh program pembelajaran di tahun ini diupayakan sudah tersusun rapi sebelum KBM aktif kembali pada 15 Juli mendatang. Dan ini perlu dipahami oleh seluruh peserta, khususunya guru. Kami apresiasi kepada Disdik yang terus mendorong sekolah agar memaksimalkan pembuatan perangkat pembelajaran,” ucap Irmiwati.

Selain workshop, pihak sekoloah juga tengah disibukkan dengan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), dan ditargetkan tahun ini ada enam kelas. Tampak hadir dalam giat workshop tersebut Pengawas SMP, Iros Rosilawati. (gun)