Beranda Utama Kalajengking Sengat Ucu di Enam Titik

Kalajengking Sengat Ucu di Enam Titik

0
Kalajengking Sengat Ucu di Enam Titik
TUNJUKAN SURAT KEMATIAN : Ida, anak almarhum Suryati menunjukan surat kematian ibunya dari RS Husada, Cibinong, Bogor. Foto : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
TUNJUKAN SURAT KEMATIAN : Ida, anak almarhum Suryati menunjukan surat kematian ibunya dari RS Husada, Cibinong, Bogor. Foto : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Keluarga almarhum Suryati, masih syok kemarin. Hanya saja,  dari rekam medis Rumah Sakit (RS) Bina Husada Cibinong, Bogor masih ada kaitannya dengan kematian ibunda tercintanya. Dokter menyebut Suryati alias Ucu, meninggal akibat serangan jantung. Gejala tersebut mirip, setelah kalajengking menyengat korban.

Anak ke tujuh almarhum Suryati, Reza mengungkapkan, menurut hasil rekam medis, almarhum ibunya dinyatakan meninggal oleh tim dokter RS Husada Cibinong akibat serangan jantung. “Kalau di surat kematian ibu saya dikatakan akibat serangan jantung,” ungkapnya saat dikonfirmasi di kediamanya, di RT4/4, Kelurahan Cimpaeun, Tapos kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Meski demikian, pihak keluarga masih meyakini ibunya meninggal karena sengatan hewan berbisa. Sebab, hanya hitungan menit setelah digigit ibunya langsung menurun kesadaranya.

“Jadi kita jelasin ke dokter bahwa sebelum sekarat, ibu disengat kalajengking kakinya hingga berdarah,” ungkap pria berusia 20 tahun itu.

Di tempat yang sama, Ida Farida kaka Reza juga mengamini perkataan adiknya, sebab dia yang pertamakali mengetahui ibunya disengat kalajengking.

“Iya, pas disengat ibu teriak katanya kakinya sakit kaya digigit binatang. Pas di cek di kakinya ada bekas gigitan binatang berupa lubang sebanyak enam titik. Tapi salah satu lubang tampak lebih besar dan mengeluarkan darah,” bebernya.

Selang waktu lima menit setelah gigitan, ibunya langsung merasakan sensasi panas di kakinya dan sesak nafas serta pusing. Melihat kondisi yang menurun begitu cepat, mereka langsung melarikan ibunya ke rumah sakit.

“Pas di mobil itu ibu nafas dan detak jantungnya udah gak ada, tapi kami tetap membawa kerumah sakit untuk memastikan kondisinya,” jelas dia.

Setelah sampai di rumah sakit, tim dokter langsung memberikan tindakan dengan memompa jantung ibunya. Cara itu berhasil sebab jantung ibunya kembali berdetak. Namun, sistem pernafasannya tidak berfungsi. “Ibu juga dibuatkan alat bantu pernafasan dan dipindahkan ke ruan ICU,” bebernya.

Setelah masuk ruang asiu sejak jam satu siang. Akhirnya pada subuh hari keesokan harinya tim dokter menyatakan ibu sudah meninggal. “Siang di rawat, besok subuh ibu udah meninggal,” tuturnya.

Sementara itu, Hendrik, suami Ida menambahkan, keyakinan keluarga bahwa kalajengking yang menyebabkan mertuanya meninggal. Sebab, sesaat setelah menyengat korban, binatang itu masih berada di lokasi dekat korban dan ditangkap oleh Ida.

“Binatangnya sih kaya Kalajengking, tapi gak ada ekornya, hanya ada capit yang cukup besar dari ukuran tubuhnya. Kita gak tau binatang apa pastinya itu,” pungkasnya.

Perlu diketahui, gejala disengat kalajengking akan mengalami, sesak napas, otot berkedut, erakan kepala, leher dan mata yang tidak biasa, berkeringat, mual dan muntah , tekanan darah tinggi dan jantung berdebar dengan denyut yang tidak teratur.

Kematian Suryati alias Ucu, kata Ketua RW4 Kelurahan Cimpaeun, Riman. Memang warganya meninggal akibat tersengat kalajengking. Peristiwa tersebut diketahui, setelah dia ikut saat prosesi penguburan istri Sodik, Suryati di Mondar Pemakaman Habib RT0/4 Kelurahan Cimpaeun. “Iya meninggal akibat disengat kalajengking, keluarganya ngomong sama saya,” tutur Riman kepada Harian Radar Depok.

Sodik suami almahrum, kata Riman, membeberkan kenapa istrinya bisa meninggal. Rabu (3/7) pagi, saat makan bersama dengan keluarga tidak ada yang aneh. Setelah makan, istri Sodik langsung rebahan di lantai rumahnya. Tidak sadar, ternyata ada seekor kalajengking yang mendekat lalu menyengat kakinya. “Saat disengat istri Sodik menahan sakit hingga siang,” tuturnya.(dra)