PEMBINAAN: Direktur PSMK Kemendikbud, Muhammad Bachrun (tengah) bersama Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin dan guru-guru di sela-sela kegiatan IHT SMKN 2 Depok. Foto  :PEBRI/RADAR DEPOK
PEMBINAAN: Direktur PSMK Kemendikbud, Muhammad Bachrun (tengah) bersama Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin dan guru-guru di sela-sela kegiatan IHT SMKN 2 Depok. Foto  :PEBRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, SAWANGAN – Direktur Pembinaan SMK (PSMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Muhammad Bachrun memiliki beberapa pandangan tentang Revitalisasi SMK dalam menghadapi era digital dan revolusi industri 4.0. Hal tersebut, terbagi dalam menyiapkan lulusan yang berkompeten dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Bachrun menuturkan, dari segi menyiapkan lulusan, yakni dengan memantapkan pengembangan pendidikan karakter dan budi pekerti, lalu ada pembekalan dan pengembangan kemampuan soft skill dan ketrampilan yang disesuaikan dengan tuntutan industri.

“Bisa dengan mengembangkan pendidikan vokasi, mulai dari tingkat pendidikan menengah (SMK), pendidikan tinggi (politeknik), dan non pendidikan (BLK),” ucapnya pada saat kegiatan In House Training (IHT) di SMKN 2 Depok.

Baca Juga  Siswa SDN Cipayung 4 Juara 1 di Kejari Depok

Bachrun menuturkan, pengembangan tidak hanya untuk siswa dan SDM-nya saja, tetapi juga dalam hal program, yang salah satunya dengan pengembangan kerjasama dengan dunia usia dunia industri (DUDI). Dimana, pemerintah memberikan intensif kepada industri yang membantu SMK, yaitu pajak perusahaan dikurangi dua kali lipat atau disebut juga Super Tax Didaction. Hal tersebut diatur dalam PP Nomor 45 Tahun 2019.

“Hal itu merupakan usaha pemerintah dalam usaha pengembangan SDM alumni SMK. Seperti mengirimkan instruksi dari perusahaan ke sekolah. Jadi, satu kompetensi keahlian bisa lima sampai delapan industri yang membinanya,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin mengatakan, IHT yang diadakan sekolahnya diselenggarakan selama dua hari, yakni dari 25-26 Juli 2019. Semuanya tentu untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menjalankan profesinya, baik mendidik, membina, dan juga mengajar.

Baca Juga  23 Siswa PAUD Ceria Lulus

“Pendidikan selalu berkembang dan itu harus diikuti oleh guru. Jadi, guru harus terus memperbaharui pengetahuan yang dimilikinya dan mengikuti perkembangan zaman,” katanya. (peb)