AKAN DIUJI COBA : Sejumlah kendaraan melintas di kawasan simpang Ramanda yang menghubungkan Jalan Raya Margonda dan Jalan Arif Rahman Hakim, Selasa )9/7). Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok berencana akan melakukan uji coba manajemen rekayasa lalu lintas melalui Joyful Traffic Management (JoTRAM). Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
AKAN DIUJI COBA : Sejumlah kendaraan melintas di kawasan simpang Ramanda yang menghubungkan Jalan Raya Margonda dan Jalan Arif Rahman Hakim, Selasa )9/7). Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok berencana akan melakukan uji coba manajemen rekayasa lalu lintas melalui Joyful Traffic Management (JoTRAM). Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Banyak cara untuk mengurangi kejenuhan saat menunggu lampu merah berubah hijau. Nah soal ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok punya cara anyar. Lampu merah rencananya akan dipasang alunan musik.

Hal tersebut tertuang dalam manajemen rekayasa lalu lintas melalui Joyful Traffic Management (JoTRAM). “Program JoTRAM dilakukan dengan pendekatan seni. Diharapkan membuat pengendara nyaman,” ungkap Kepala Dishub Kota Depok, Dadang Wihana.

Ruas Jalan Margonda, sambungnya, tidak bisa diperlebar lagi. Itu sebabnya, 85 persen terjadi antrean hingga kemacetan lalu lintas setiap hari.

Makanya, walau terjebak macet dan antrean, ia berharap pengemudi atau masyarakat tetap nyaman berkendaraan hingga sampai tujuan.

Masih di Jalan Margonda, rencananya akan ditambah pengamanan dari petugas perempuan, baik dari dishub, Satpol PP, dan Polresta Depok. “Selainh alunan musik, akan pula diselingi pesan tertib lalu lintas,” beber dia.

Khusus di pertigaan Ramadan dan Jalan Juanda, akan ada tempat untuk seniman bermain musik. “Termasuk kehadiran bus Margonda Commuter dan mengajak peran sejumlah pusat perbelanjaan yang ada, untuk menyiapkan shelter ojek online,” ujar Dadang.

Mantan Camat Sukmajaya ini menambahkan, kemacetan harus dikelola dengan lebih menyenangkan, yang mengarah kepada pemakai kendaraan agar bisa tertib berlalu lintas.

Soal JoTram, Dadang mengatakan, sudah melibat tim terpadu. Mulai dari tim ahli, tim seni, tim survei, tim media dan melibatkan stakeholder lainnya. (rub)