MERIAH : Walikota Depok, Mohammad Idris, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna dan pengurus KOOD, memberikan tradisi rantangan saat menghadiri Lebaran Depok di Perumahan Sawangan Village, Kelurahan Sawangan Baru, Sawangan, kemarin. Foto : DICKY/RADARDEPOK
MERIAH : Walikota Depok, Mohammad Idris, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna dan pengurus KOOD, memberikan tradisi rantangan saat menghadiri Lebaran Depok di Perumahan Sawangan Village, Kelurahan Sawangan Baru, Sawangan, kemarin. Foto : DICKY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Pertama kali dihelat, Lebaran Depok menggelegar di Perumahan Sawangan Village, Kelurahan Sawangan Baru, Sawangan, kemarin. Ribuan warga Depok mengunjungi acara napak tilas melestarikan budaya Kota Depok itu, yang menampilkan seni dan budaya tradisi orang tua terdahulu.

Sekretaris Jendral Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD), Nina Suzana mengatakan, Lebaran Depok merupakan kegiatan KOOD untuk mengulang memori atau nostagia tradisi masyarakat Kota Depok, tempo dulu saat menghadapi lebaran. Tidak dapat dipungkiri masyarakat Kota Depok saat ini sudah jauh dari tradisi orang tua, dahulu saat menghadapi lebaran.

“Dahulu saat mau lebaran ada tradisi rantangan yang sekarang ini sudah mulai berkurang tradisi tersebut,” ujar Nina kepada Radar Depok, kemarin.

Nina menjelaskan, KOOD mencoba untuk menghidupkan kembali tradisi rantangan dan tradisi Andilan, yakni memotong hewan kerbau. Nina menambahkan, Lebaran Depok tidak menutup kemungkinan akan menjadi agenda tahunan dengan pelaksanaan dilokasi yang berbeda diwilayah Kota Depok.

Sementara itu, Walikota Depok, Mohammad Idris mengapresasi KOOD yang telah menyelenggarakan Lebaran Depok. Menurutnya, Lebaran Depok dapat menjadi berkembangnya budaya Depok yang berasal dari budaya Betawi. Depok menjadi salah satu suku yang diakui dalam Perda Jawa Barat No5 Tahun 2003. Perda tersebut menjelaskan terdapat tiga suku asli Jawa Barat Melayu Depok, Pasundan, dan Kacirebonan.

“Kami dan KOOD akan membuat kajian terkait Melayu Depok untuk dijadikan muatan lokal (Mulok) dalam pendidikan,” tutup Idris. (dic)