VIRAL: Dokumen KTP Pablo Putera Benua yang menyebutkan kelahiran tahun 1980. Disdukcapil Kota Depok menegaskan bahwa identitas tersebut palsu. Foto : IST
VIRAL: Dokumen KTP Pablo Putera Benua yang menyebutkan kelahiran tahun 1980. Disdukcapil Kota Depok menegaskan bahwa identitas tersebut palsu. Foto : IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pasangan Pablo Putera Benua dan Rey Utami kini tengah mengguncang jagat hiburan tanah air. Karena keduanya kini menyandang status tersangka dalam kasus pencemaran nama baik Fairus A. Rafiq di channel Youtube milik mereka. Bukan hanya status tersangkanya, tetapi Pablo juga diketahui memiliki beberapa identitas yang diduga palsu.

Seperti salah satu Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang beredar di media sosial, memperlihatkan bahwa suami Rey Utami ini tinggal di Jalan Kemang Raya No40 RT003/004 Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya.

Namun, Pemkot Depok melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok menegaskah bahwa identitas tersebut palsu.

“Kami tidak pernah mengeluarkan KTP atas nama Pablo Putera Benua. KTP tersebut palsu, setelah kami cek Nomor Identitas Kependudukan (NIK) bukan atas nama Pablo tetapi orang lain,” kata Kasi Pendaftaran Pendudukan Sipil Disdukcapil Kota Depok, Jaka Susanta kepada Radar Depok, kemarin (12/7).

Dia mengungkapkan, bahwa pihaknya mengecek identitas atas nama Pablo Putera Benua sudah berkali-kali. Pasalnya, kasus seperti ini sudah pernah terjadi tahun lalu. Tetapi kasus tersebut sempat hilang dan kembali lagi tahun ini.

“Waktu itu ada laporan kepada kami dari kepolisian untuk memeriksa identitas Pablo, tapi memang nyatanya Pablo bukan warga Kota Depok. Dan alamat rumah itu juga bukan milik Pablo,” ungkapnya.

Jaka menceritakan, pada 2017 silam Pablo dan Rey Utami datang ke kantor Disdukcapil mengajukan permohonan pembuatan KTP. Namun tidak memiliki Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI) dari kota asal Medan, Sumatera Utara. Padahal berkas tersebut merupakan syarat mutlak pembuatan KTP.

Setelah memiliki SKPWNI dari Medan, Pablo dan Rey Utami kembali datang ke Disdukcapil. Tetapi niatnya itu kembali ditolak. Jaka menyebut, Pablo meminta untuk mengubah identitasnya di KTP baru tersebut.

“Saya tolak maunya dia untuk ganti identitas, akhirnya kami hanya mengeluarkan surat keterangan pengganti KTP kepada mereka. Sampai saat ini pihak kelurahan dan Disdukcapil sudah tidak mengetahui tentang Pablo dan Rey Utami,” pungkas Jaka. (san)