TERPISAH : Tempat Parkir kendaraan Bermotor di RSUD Kota Depok dipisah antara laki-laki dan perempuan.
TERPISAH : Tempat Parkir kendaraan Bermotor di RSUD Kota Depok dipisah antara laki-laki dan perempuan.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ada yang beda dari area parkir motor RSUD Kota Depok. Motor yang akan parkir akan ditempatkan pada dua lokasi berbeda, tergantung jenis kelamin pengemudi. Motor pengendara perempuan dan pria dipisah.

Bagi pengunjung perempuan, ini sangat membantu. Salah satu pengendara motor perempuan, Diah Agustin mengaku setuju dengan sistem parkir demikian. Dipisah.

“Saya setuju. Jadikan kami tidak perlu bersinggungan langsung dengan laki-laki. Secara pribadi, saya lebih nyaman,” kata Diah.

Dari kebijakan ini, lanjut dia, dinilai akan menghindari potensi terjadi pecelahan fisik kepada perempuan. “Karena area parkir motor RSUD (Kota Depok) berada di pojok. Kalau sepi ngeri juga,” kata Diah.

Sementara dari sudut pandang pria, langkah parkir pisah tidak berpengaruh apa-apa. Artinya setuju saja. Pengunjung RSUD Kota Depok asal Cilodong, Yusuf Sudarmawan mengatakan, kebijakan parkir motor pisah tidak berpengaruh buatnya. “Sama saja,” kata Yusuf.

Sementara saat dihubungi, MOD RSUD Kota Depok, Hadi Saputra mengatakan sampai saat ini, selama diberlakukan parkir terpisah, belum ada keluhan dari masyaralat. Tapi bagi pengunjung perempuan sangat diapresiasi.

“Kan bukan hanya parkiran. Commuterline, ruang tunggu, juga sudah terpisah antara laki-laki dan perempuan,” kata dia.

Menurutnya, kebijakan ini adalah hal biasa. Untuk membuat nyaman para pengunjung yang memanfaatkan ruang parkir kendaraan motor. Tentu utamanya pengunjung perempuan.

Meski demikian, menurutnya, terkait pengaturan lahan parkir di RSUD Kota Depok, bukan kewenangannya. “Itu kewenangan Dishub Kota Depok. Kami juga tidak mengetahui sistemnya. Yang penting bagi kami, para pasien tetap nyaman,” pungkas Hadi.

Sementara itu, Kadishub Kota Depok, Dadang Wihana menjelaskan, kebijakan parkir motor RSUD Kota Depok, dalam rangka pengarusutamaan gender. Khususnya perempuan. Kebijakan tersebut sudah lama ada di Indonesia, demikian juga di Depok.

“Artinya bukan baru saat ini seperti yang diviralkan. Tujuannya untuk memberikan kemudahan akses dan kenyamanan kepada perempuan,” kata Dadang.

Menurutnya, imbauan berupa spanduk ladies parking di RSUD yang viral di medsos, sudah ada sejak tahun 2017. Namun baru jadi perbincangan pada Juli 2019 ini. “Jika ada yang mengkaitkan dengan hal lain diluar itu tentu sangat keliru. Program ini tentu bertujuan baik dan utk memuliakan perempuan,” tandasnya. (rub)