TAHAP PEMBANGUNAN : Suasana lahan proyek pembangunan Universitas Internasional Islam Indonesia (UIII) di kawasan Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya. Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
TAHAP PEMBANGUNAN : Suasana lahan proyek pembangunan Universitas Internasional Islam Indonesia (UIII) di kawasan Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya. Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDPEOK.COM, DEPOK-Progres pembangunan Universitas Internasional Islam Indonesia (UIII), sepertinya bakal molor. Keladinya, PT Waskita Karya belum melakukan pembangunan lantaran, belum ada kesepakatan antara warga yang menempati lahan tersebut dengan pemerintah. Padahal, dua kontraktor sudah memulai pekerjaan pembangunan : PT Wika Karya, dan PT Brantas Abipraya.

Pimpinan Proyek UIII, PT Waskita Karya, Mahmud mengatakan, belum sama sekali melakukan pengerjaan pembangunan. Sejauh ini masih menunggu area yang dijadikan proyek pembangunan, netral dari aktifitas warga. Karena menurutnya saat ini warga masih menempati lahan milik UIII. “Kita masih menunggu,” kata Mahmud kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Dia juga menerangkan, tanah tersebut belum bebas dari warga yang menggarap lahan tersebut. Sangat beresiko jika proyek dilakukan, namun masih terdapat warga yang menmepati lahan. “Lahan masih belum bebas dari warga penggarap, kami mengerjakan bangunan rektorat,” tegas Mahmud.

Pihaknya baru membuat kantor dan gudang di area proyek. Berdasarkan Pantauan Radar Depok, PT Waskita belum sama sekali melakukan pembangunan. Suasana kantor PT Waskita di area proyek UIII juga nampak lengang dari aktifitas pembangunan. Hanya beberapa pekerja yang hilir mudik di area proyek.

Sementara, PT Brantas Abipraya sudah mulai melakukan pengerjaan infrastruktur jalan. Begitu pula dengan PT Wika Karya yang telah membangun asrama mahasiswa. Humas PT Wika Karya, Daniel mengatakan ,pembangunan yang dilakukan secara bertahap.

Dia juga mengatakan, sudah menyelesaikan tower asrama mahasiswa delapan lantai di sisi selatan Komplek UIII. “Kami sudah bangun sampai top up, tinggal finishing,” kata Daniel.

Sementara itu pihak kementerian agama mengaku akan segera menertibkan warga yang masih membandel. Pasalnya, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap 61 kepala keluarga yang dianggap memenuhi syarat untuk mendapat dana kerohiman.

“Sudah kami data, tinggal menunggu SK Gubernur Jawa Barat,” kata PPK pembangunan UIII, Syafrizal.

Sementara bagi warga yang tetap nekad akan ditindak secara tegas. “Kita berjalan sesuai hukum, status lahan juga sudah jelas milik negara, sehingga kami akan bertindak tegas jika masih ada yang tidak bisa ditertibkan,” terang Syafrizal.

Pihaknya juga mengaku akan membuat pos keamanan untuk aparat keamanan pembangunan UIII berjaga.(rub)