RADARDEPOK.COM, DEPOK – DPD PKS Kota Depok menggelar Pemilihan Umum Internal Raya (Pemira) di sebelas kecamatan di Depok, Minggu (7/7). Pemira digelar satu hari, bertujuan menjaring nama sesuai pilihan kader untuk dicalonkan sebagai pemimpin daerah dalam Pilkada Depok 2020.

Dalam Pemira ini ada delapan nama kader yang diusung untuk dilihat elektabilitasnya. Penentuan elektabilitas berdasarkan pilihan suara dari kader yang ikut dalam pemira.

“Terdaftar ada 6.700 orang yang ikut di sebelas kecamatan,” kata Sekretaris Umum DPD PKS Depok, T. M. Yusufsyah Putra, Minggu (7/7).

Dalam Pemira ini, Putra yang juga Ketua Panitia Pemira DPD PKS Depok mengungkapkan, terdapat delapan nama yang masuk bursa. Yaitu Amri Yusra, Imam Budi Hartono, M. Hafid Nasir, M. Said, M. Supariyono, Prihandoko, Qurtifa Wijaya dan T. Farida Rahmayanti.

“Jumlah awalnya ada 80 nama kader, kemudian dikerucutkan menjadi delapan. Sesuai nomor urut PKS, kami ambil 10 persen. Kemudian dari delapan nama inilah akan dikirim ke pusat,” terang Yusufsyah kepada Radar Depok.

Namun, ia tidak mempublikasikan secara rinci raihan suara terbanyak dalam Pemira PKS tersebut. Seluruh nama tersebut dipilih kader yang terdaftar di DPC setiap kecamatan. Hasil Pemira ini langsung dibawa ke DPD dan menjadi bahan rujukan ke DPW dan DPP. Namun, untuk perolehan hasil suara, kata Putra tidak akan dipublikasi jumlahnya.

“Hasil ini nanti ditambah dari eksternal (luar kader), seperti yang incumbent sekarang Mohammad Idris. Kemudian Pradi dari partai Gerindra, ada nama-nama lagi mungkin bisa jadi Hasbullah (PAN) dan Farabi (Golkar). Itu nanti (mereka) kita buat survei,” jelasnya.

Setelah tahapan itu dilakukan, nantinya nama-nama yang muncul akan dilampirkan semua melalui DPD ke Dewan Pimpinan Wilayah atau DPW.

“Jadi DPW itu akan menilai secara komprehensif dari sisi internal dan eksternal sehingga nanti pemutusan yang ditetapkan oleh DPP (Dewan Pimpinan Pusat) nanti benar-benar sesuai yang diinginkan masyarakat Depok,” kata Putra.

Disinggung apakah nantinya PKS juga akan berkoalisi dengan partai lain, Putra pun mengakuinya. Sebab, menurut dia akan repot jika PKS berjuang sendiri.

“Kita ingin berkoalisilah untuk membangun Depok yang lebih baik lagi. Rencana kita Minggu depan akan silaturahmi ke partai-partai lain. Kita silaturahminya ke partai bukan ke sosok. Semua partai akan kami jajaki,” katanya.

Dikatakan Putra, penentuan dan penetapan Calon Walikota masih melalui beberapa tahapan lagi, termasuk survey elektabilitas, komunikasi politik dengan parpol lain, dan syura di tingkat DPW dan DPP. Sehingga masih sangat terbuka berbagai skenario pasangan calon walikota yang akan diusung PKS di 2020.

“Termasuk koalisi dengan parpol lain dan elemen masyarakat Kota Depok. Dengan berbagai prestasi dan pengabdian yang telah ditunjukkan kepala daerah di kota depok selama ini, PKS berharap warga Depok masih terus memberikan dukungan atas calon walikota yang kelak akan diusung oleh PKS dalam pilkada 2020. Untuk Depok yang semakin baik, adil, makmur, sejahtera dan bermartabat,” harapnya. (cky)