NGANTOR : Ketua MPC PP Kota Depok, Rudi Samin saat dijumpai Radar Depok di Markasnya di Jalan Boulevard, Cluster Alamanda, Kelurahan Kalibaru, Cilodong, Senin (8/7). Foto : RICKY/RADAR DEPOK
NGANTOR : Ketua MPC PP Kota Depok, Rudi Samin saat dijumpai Radar Depok di Markasnya di Jalan Boulevard, Cluster Alamanda, Kelurahan Kalibaru, Cilodong, Senin (8/7). Foto : RICKY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mengklaim telah memiliki 10 dukungan dari 12 pemilik hak suara pada Musyawarah Cabang (Muscab) MPC Pemuda Pancasila Kota Depok, membuat Rudi Samin berada di atas angin untuk mewujudkan hattrick memimpin Ormas yang berdiri 28 Oktober 1959.

“Saat ini saya sudah memegang surat dukungan dari delapan PAC, satu lagi informasinya sudah dipegang bendahara saya. Totalnya ada 9, ditambah suara saya jadi 10,” kata Rudi Samin kepada Radar Depok, Selasa (9/7).

Ia menegaskan, dukungan tersebut bukan sebatas kata, tetapi dibuktikan dan dituangkan dalam surat pernyataan yang disertai materai. Sehingga, dapat dipastikan dukungan tersebut tidak akan berubah pada saat pelaksanaan Muscab yang rencana awalnya digelar 10 Juli di Kinasih Resort, Kelurahan Cilangkap, Tapos.

“Sudah pakai materai,” papar Rudi Samin yang diisukan akan mengikuti kontestasi Pilkada Kota Depok 2020 mendatang.

Kendati demikian, rencana Muscab pada 10 Juli dipastikan ditunda. Pasalnya, Rudi Samin selaku ketua aktif MPC PP Kota Depok mengharapkan kehadiran Ketua MPW PP Jabar, Tubagus Dasep pada momen sakral Ormas yang melekat dengan semboyan ‘Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang’ tersebut.

“Ketua MPW PP Jabar sedang dirawat di RS Siloam Kebon Jeruk, jadi ditunda sampai menunggu beliau sembuh dan bisa menghadiri Muscab, kalau tidak hadir tentu Muscab nanti akan seperti sayur tanpa garam. Kalau batas akhir Muscab di akhir Agustus, masa bakti saya habisnya 26 Agustus 2019,” tuturnya.

Terkait pembekuan PAC Kecamatan Sukmajaya, Rudi Samin mengatakan, sesuai dengan AD/ART Pasal 18 ayat 4, dirinya akan dipanggil ke MPW Jabar untuk mempertanggungjawabkan pembekuan yang ia lakukan.

“Ketika saya tidak bisa memberikan argumen terkait pembekuan tersebut dibatalkan pembekuan tersebut, jika diterima maka mereka yang tidak puas akan mengajukan banding lagi di Mubes, itu ada tata caranya dan sudah diatur. Yang jelas, pembekuan tersebut sudah sesuai prosedur dan saya memiliki argumen kuat untuk itu,” pungkasnya. (cky)