Beranda Utama Secure Parking UI Diprotes

Secure Parking UI Diprotes

0
Secure Parking UI Diprotes
AKAN DIBERLAKUKAN : Sejumlah pengendara melintas di dekat mesin Secure Parking di pintu masuk Kukusan Teknik (Kutek), Universitas Indonesia, Jumat (5/7). Pihak UI akan melakukan sistem parkir berbayar di area tersebut dan sebelumnya akan dilakukan uji coba 15 Juli-31 Juli secara gratis. Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
AKAN DIBERLAKUKAN : Sejumlah pengendara melintas di dekat mesin Secure Parking di pintu masuk Kukusan Teknik (Kutek), Universitas Indonesia, Jumat (5/7). Pihak UI akan melakukan sistem parkir berbayar di area tersebut dan sebelumnya akan dilakukan uji coba 15 Juli-31 Juli secara gratis. Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Niat baik tak selamanya berjalan mulus. Demi menyesuaikan Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok No9 Tahun 2012, Tentang Retribusi Bidang Perhubungan. Universitas Indonesia (UI) akan menerapkan peraturan penerapan kebijakan berbayar akses masuk, ke kawasan UI serta Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Secure parking belum diterapkan, kebijakan yang berlaku bagi seluruh sivitas akademika dan pengunjung kampus UI itu, sudah disoal.

Mahasiswa UI, Anggie mengaku, keberatan lantaran mahalnya tarif yang nantinya akan diberlakukan kampus. Biasanya dia dalam sehari hanya merogoh kocek Rp3-4 ribu, kini dengan adanya kebijakan baru Anggie harus mengeluarkan uang lebih untuk biaya parkir.

“Sekarang harus ngeluarin uang lebih buat parkir, biasanya Rp5ribu udah maksimal bisa seharian di kampus. Kalau sekarang dihitungnya per jam pastinya jadi lebih mahal,” ungkap Anggie kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Senada dengan Anggie, orangtua mahasiswa, Rini Chaerini mengungkapkan, sangat keberatan, kenapa retribusi parkir dibebankan kepada mahasiswa. Dosen dan staf yang berpenghasilan bayar berlangganan bulanan. Sementara mahasiswa berbayar jam-jaman. “Secara tidak langsung membenakan saya juga dengan adanya kebijakan tersebut,” ujar ibu yang anaknya kuliah di PNJ ini.

Terpisah, salah satu warga Kukusan, Yanuar Majid mengatakan, keberatan atas adanya rencana pemberlakuan berbayar, jika memasuki kawasan UI. Dia kerap melintasi kampus yang berada di Kukusan, Beji ini untuk berangkat ataupun pulang kerja.

“Saya kan sering lewat sini tiap pergi dan pulang kerja biar lebih cepat, kalau lewat jalan lain muter jauh soalnya. Seharusnya pihak UI memikirkan lagi kebijakan itu, dikaji lagi dampaknya,” kata Yanuar, kepada Radar Depok, Jumat (5/7).

Berdasarkan informasi yang marak di media sosial, tarif parkir kawasan UI dibedakan untuk mahasiswa dan dosen. Untuk dosen, staf UI, karyawan lembaga dan mitra diberlakukan sistem berlangganan dan dibayarkan disetiap semester. Nominal tarif untuk motor dipatok mulai dari Rp50 ribu – Rp100 ribu per semester. Sementara mobil mulai dari Rp75 ribu – Rp150 ribu per semester.

Sedangkan mahasiswa yang membawa motor akan dikenakan tarif Rp2.000 per jam, dan Rp1.000 untuk per jam berikutnya. Untuk mobil, mahasiswa harus membayar Rp4.000 per dua jamnya dan Rp 2.000 untuk per jam berikutnya.

Untuk tarif batas maksimum mobil mahasiswa ialah Rp10 ribu Sedangkan untuk motor, selisih Rp1.000 dari tarif yang biasa diterapkan secure parkir kawasan UI.

Menanggapi adanya kritik tersebut, Kepala Humas dan KIP UI, Riffely Dewi Astuti menjelaskan, rencana penerapkan baru tarif parkir kawasan UI masih dalam tahap penyusunan dan pengkajian. Selain itu, penerapan tersebut menyesuaikan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok nomor 9 Tahun 2012 Tentang Retribusi Bidang Perhubungan.

“Intinya Surat Keputusan (SK) tentang tarif dan mekasisme belum selesai disusun. Masyarakat diharapkan jangan khawatir dengan adanya rencana tersebut,” Riffely, kepada Radar Depok, di Rektorat UI, Beji, kemarin.

Bagi masyarakat umum yang hanya melintas di kawasan UI, lanjut Riffely, akan diberikan akses berupa jalur khusus. Seperti warga bisa melintas di jalan alternatif dari Margonda, maupun Kelapa Dua ke Kukusan, Beji Timur dengan melewati Rumah Sakit UI-Redhouse PNJ-Gedung AA PNJ.

Pada kesempatan yang sama Riffely mengungkapkan, sebelum diterapkan pihaknya akan melakukan uji coba pengoperasian sistem parkir tersebut, tanpa memungut biaya sepeserpun pada 15-31 Juli. Serta warga bisa melintas tanpa harus bayar apabila mereka keluar area di bawah 15 menit.

“Tentunya kami akan melaksanakan sosialisasi terlebih dahulu. Hingga saat ini, uji coba diagendakan akan dilaksanakan pada 15 – 31 Juli 2019. Dan buat warga umum akan ada waktu 15 free (bebas)” ujarnya.

Pantauan Radar Depok di kampus UI, kini hampir disetiap titik akses pintu masuk UI kini sudah terpasang mesin parkir berwarna kuning serta hitam mendominasi. Disetiap pintu masuk pun, terpampang spanduk yang menginformasikan Uji coba dan sosialisasi kebijakan parkir sepeda motor di lingkungan UI. 15-30 Juli 2019. Gratis. Tarif parkir berlaku mulai 1 Agustus 2019. Mahasiswa, dosen, dan teknik diberlakukan tarif khusus.(san)