KOMPAK: Komunitas BHI Goweser saat turing dari Komplek Bumi Husada Indah, Kalibaru, Cilodong ke Kampus Universitas Indonesia, beberapa waktu lalu. Foto : DOK. BHI GOWESER
KOMPAK: Komunitas BHI Goweser saat turing dari Komplek Bumi Husada Indah, Kalibaru, Cilodong ke Kampus Universitas Indonesia, beberapa waktu lalu. Foto : BHI GOWESER FOR RADAR DEPOK

RADARDPEOK.COM – Komunitas sepeda lumayan merata di seluruh penjuru Nusantara kian bertambah jumlahnya. Dari mulai pecinta sepeda klasik, sepeda gunung, sepeda fixie, sepeda bmx, hingga sepeda lipat. Seperti halnya Komunitas Bhumi Husada Indah (BHI) Goweser, membernya juga mengadopsi hampir seluruh jenis sepeda tersebut.

LAPORAN: NUR APRIDA SANI

Komunitas BHI Goweser rutin ‘ngegowes’ setiap Sabtu dan Minggu. Tidak mengenal apa itu pagi, siang, sore, bahkan tengah malam pun mereka tetap gowes. Bahkan tidak tanggung-tanggung sekalinya ngayuh sepeda bisa sampai ke Hambalang, Bogor.

Begitulah kalau sudah cinta dengan hobi, kemanapun pasti akan dilakukan. Beruntung komunitas gowes yang ada di Indonesia ini, karena dihadiahi alam yang indah terdiri dari banyaknya pegunungan. Sehingga menyuguhkan trek sepeda yang bikin para penggemarnya tergiur.

“Kami kalau Sabtu-Minggu pasti gowes kemana saja yang jauh dari Depok. Bebas saja waktunya dan tidak selalu bareng-bareng juga. Ada yang pagi ada juga yang sore,” kata Rohmat Hidayat selaku ketua BHI Goweser.

Sebelum mulai turing biasanya seluruh member berkumpul di rumah Pak RT di Komplek BHI yang diklaim oleh mereka basecamp. Pak RT Ruli yang juga salah satu member memang memiliki halaman rumah yang cukup luas. Sehingga dapat menampung sepeda kurang lebih 25 unit.

Dalam waktu dekat ini sekitar akhir Juli 2019, BHI Goweser berencana mengadakan turing lagi. Biasanya titik awal dari Komplek BHI ke Bogor, kini rute akan dibalik. Mulai dari Puncak, Bogor sampai basecamp. Diperkirakan jarak yang akan ditempuh 42 kilometer.

“Dari Depok naik kendaraan dulu ke atas (Puncak), baru pulangnya pakai sepeda. Tapi kami ngga bakal lewat jalan umum, bakalan mencari jalan yang belum dikenal sama masyarakat,” ujar Rohmat.

Walaupun sama seperti komunitas sepeda gunung pada umumnya yang ingin mencari keringat dari olahraga ini. BHI Goweser juga menyelipkan nilai-nilai informasi dari setiap perjalanan ngegowes. Salah satunya menginformasikan perihal rute baru khusus untuk pesepeda.

“Pokoknya kami itu fokus mencari jalan lain yang belum dijamah masyarakat umum. Jadi tidak hanya pergi jalan-jalan sambil olahraga, tetapi menyelipkan informasi positif di setiap perjalanan kami,” papar lelaki yang juga berpangkat Mayor ini. (bersambung)