DIPENUHI SAMPAH : Tampak terlihat sampah dan gulma eceng gondok yang memenuhi Situ Pengarengan, Jalan Juanda, Kecamatan Sukmajaya yang masih belum dibersihkan oleh pihak terkait, Minggu (7/7). Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
DIPENUHI SAMPAH : Tampak terlihat sampah dan gulma eceng gondok yang memenuhi Situ Pengarengan, Jalan Juanda, Kecamatan Sukmajaya yang masih belum dibersihkan oleh pihak terkait, Minggu (7/7). Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDPOK.COM, DEPOK-Kondisi Situ Pengarengan mulai kotor dan tertutup gulma berbentuk tanaman eceng gondok. Guna memaksimalkan kembali fungsi situ, Satuan Tugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, berjibaku membersihkan situ dengan cara manual.

Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan Bidang Sumber Daya Air, DPPUR Kota Depok, Bahtiar Ardiansyah mengatakan, pengerjaan pembersihan situ dilakukan secara manual. Ini akibat keterbatasan alat berat. Serta dianggap lebih efektif dibandingkan menggunakan alat.

“Kami terbatas dengan alat berat. Kalau pakai manual lebih baik sebenarnya, karena bisa menjangkau kemana saja tanpa batasan ruang,” kata Bahtiar kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Dia menjelaskan, sebanyak 40 personel dikerahkan untuk membersihkan gulma-gulma tersebut. Di antaranya terbagi dalam 4 regu, per regunya 10 personel. Normalisasi Situ Pengarengan telah dilakukan sejak dua bulan lalu.

“Belum tahu sampai batas waktunya kapan, tapi bakal terus dilakukan sampai situ bersih dari eceng gondok,” bebernya.

Dengan normalisasi ini, Situ Pengarengan dapat berfungsi seperti sedia kala dan bersih tanpa adanya gulma. Seperti meningkatnya fungsi penampungan debit air.(san)