PEMBAHASAN: Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin (dua kiri) dan Wakil Bidang Manajemen Mutu, Sutarsa (dua kanan) saat kegiatan Rakerpim di sekolahnya. Foto : PEBRI/RADAR DEPOK

PEMBAHASAN: Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin (dua kiri) dan Wakil Bidang Manajemen Mutu, Sutarsa (dua kanan) saat kegiatan Rakerpim di sekolahnya. Foto : PEBRI/RADAR DEPOK

RADARDPEOK.COM, SAWANGAN – Kelas Industri menjadi program terbaru SMKN 2 Depok untuk tahun ajaran 2019/2020. Dimana, dalam program tersebut, SMKN yang berlokasi di Jalan Abdul Wahab, Kecamatan Sawangan tersebut bekerjasama dengan PT Daikin Indonesia untuk segala kegiatan dan pembelajaran di Kelas Industri.

Wakil Bidang Manajemen Mutu SMKN 2 Depok, Sutarsa mengatakan, di Program Kelas Industri di SMKN 2 Depok, nantinya akan ada satu rombongan belajar (rombel) yang didalamnya adalah siswa hasil seleksi dari pihak sekolah. Tetapi, Kelas Industri tersebut adanya untuk kompetensi keahlian Teknik Pendingin dan Tata Udara.

“Karena Program Kelas Industri baru ada di tahun ini, maka rombel tersebut adalah diberlakukan bagi siswa kelas X di tahun pelajaran 2019/2020,” ucapnya kepada Radar Depok di sela-sela kegiatan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) untuk tahun 2019/2020.

Tarsa-sapaanya- menjelaskan, jadi dalam Program Kelas Industri, siswa akan mendapatkan pendidikan langsung dari para tenaga ahli PT. Daikin Indonesia selama tiga tahun. Sehingga, saat lulus nanti mereka sudah bisa langsung keterima bekerja di PT Daikin Indonesia

“Kami mencari siswa yang memang memiliki keinginan tinggi untuk bisa masuk ke Kelas Industri. Nantinya selain pengajarnya ada dunia industri, perlengkapan pembelajarannya juga berasal dari PT Daikin Indonesia,” jelasnya.

Tarsa menjelaskan, dalam kegiatan Rakerpim ada juga evaluasi hasil kegiatan dan program di Tahun Pelajaran 2018/2019. Jadi, melihat beberapa kendala dan hal apa yang bisa dikembangkan dari program dan kegiatan di tahun lalu. Dengan begitu, pihak sekolah bisa memprediksi program dan kegiatan apa yang akan diadakan, dan memang tepat untuk meningkatkan kualitas sekolah.

“Kedepannya juga kami berencana membuat Teaching Factory untuk semua kompetensi keahlian. Dimana, untuk sementara ini Teaching Factory adanya di Kompetensi Keahlian Tata Boga,” terangnya. (peb)