PENDALAMAN: Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin sedang memberikan materi dalam kegiatan workshop penyusunan KTSP dan peningkatan kompetensi guru di SMPN 13 Depok. Foto : PEBRI/RADAR DEPOK
PENDALAMAN: Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin sedang memberikan materi dalam kegiatan workshop penyusunan KTSP dan peningkatan kompetensi guru di SMPN 13 Depok. Foto : PEBRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, LIMO – SMPN 13 Depok mengadakan workshop penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan peningkatan kompetensi guru. Dimana, dalam kegiatan tersebut, 45 gurunya turut serta menjadi peserta dengan berbagai macam materi yang diberikan. Dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin.

Dalam kesempatan tersebut, Thamrin mengatakan, nilai rata-rata Ujian Nasional (UN) di SMPN 13 Depok masih terbilang bagus, karena masih diatas rata-rata nilai UN SMP negeri dan swasta se-Kota Depok, yang ada di angka 58,64.

“Di SMPN 13 nilai rata-rata UN-nya adalah 59,49. Jadi, masih diatas rata-rata nilai UN se-Kota Depok,” ucapnya kepada Radar Depok.

Tetapi, untuk menyesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok, untuk bidang pendidikan nilai rata-rata UN targetannya mencapai angka 70. Oleh karena itu, SMPN 13 Depok harus lebih serius lagi dalam pemberian materi ke siswa, terutama untuk siswa kelas IX yang akan menghadapi UN.

“Tidak hanya itu saja, tetapi juga harus fokus pada pembentukan karakter siswa, sekolah ramah anak, ketahanan keluarga, dan budaya anti korupsi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 13 Depok, Anis Budiyani mengatakan, sekarang ini jumlah guru di sekolahnya da 45 orang yang terdiri dari 30 ASN dan 15 honorer. Dirinya beranggapan guru adalah kunci dalam pendidikan. Guru yang berkualitas tentunya akan menghasilkan siswa yang berkualitas pula.

“Tetapi, tentunya sasarannya tidak hanya sekedar siswa yang pintar saja, melainkan siswa yang berkualita dalam akidah dan akhlaknya. Itu juga sebagai bekal mereka di masa depan. Jadi, tidak hanya pembelajaran saja, tetapi juga ada kegiatan pembentukan karakter dalam program sekolah,” terangnya. (peb)