Beranda Metropolis Tanah Masih Sengketa, Sudah Digarap

Tanah Masih Sengketa, Sudah Digarap

0
Tanah Masih Sengketa, Sudah Digarap
BERSENGKETA: Hengky Hendratno selaku kuasa hukum Rita Widjaya menunjukan lahan yang bersengketa di kawasan Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Rabu (3/7). Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BERSENGKETA: Hengky Hendratno selaku kuasa hukum Rita Widjaya menunjukan lahan yang bersengketa di kawasan Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Rabu (3/7). Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Keberadaan Tanah sengketa antara Rita Widjaya dengan PT Unggul Mas Sejahtera, yang dipimpin Ida Farida belum selesai. Saat ini kasusnya masih dalam tahap kasasi di Mahkamah Agung RI.
Namun, berdasarkan pantauan di tanah sengketa seluas 2,3 hektare yang berada di Jalan Hanafi, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari sedang dilakukan pengerjaan cut and fill. Padahal status tanah tersebut masih bersengketa.
Menurut Kuasa Hukum, Rita Widjaya, Hengky Hendratno mengatakan sejak Senin (1/6) di lahan tersebut sudah diturunkan alat berat untuk melakukan cut and fill. “Berdasarkan kabar yang kami terima katanya ingin dibuat perumahan, tapi kan lahannya sedang sengketa, dan ini melanggar aturan,” kata Hengky saat ditemui.
Dia menjelaskan, berdasarkan sengketa kepemilikan lahan tersebut yang sempat disidangkan di PN Depok, dengan nomor perkara 130 tahun 2016, telah dimenangkan oleh pihak Rita Widjaya. Setelah kalah, Direktur PT Unggul Mas Sejahtera, Ida Farida melakukan banding di Pengadilan Tinggi (PT) Bandung yang lagi-lagi dimenangkan pihak Rita Widjaya.
“Kami sudah menang dua kosong di pengadilan. Dan saat ini mereka (PT Unggul Mas Sejahtera, red) kembali mengajukan kasasi, dan sedang berjalan. Jadi belum ada putusan, belum boleh ada pembangunan,” kata Hengky.
Sementara Kabid Kepala Bidang (Kabid) Perijinan, Dinas Perijinan Dinas Penanaman Modal Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, Rahman Pujiarto mengatakan, pihaknya belum menerima perijinan terkait pembangunan lahan tersebut.
“Belum ada yang masuk (izinnya, red), jika ingin melakukan pengaduan sebaiknya mengajukan ke bagian Pengawasan dan Pengendalian DPMPTSP,” singkat Rahman. (rub)