Rektor Universitas Indonesia (UI) Muhammad Anis (kiri duduk) bersama Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono (kanan duduk) melakukan pertemuan untuk penandatangan MoU antara Universitas Indonesia-PT Transjakarta, di Ruang Rapat A Gedung Rektorat, kemarin (9/7). Foto : SANI/RADAR DEPOK
Rektor Universitas Indonesia (UI) Muhammad Anis (kiri duduk) bersama Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono (kanan duduk) melakukan pertemuan untuk penandatangan MoU antara Universitas Indonesia-PT Transjakarta, di Ruang Rapat A Gedung Rektorat, kemarin (9/7). Foto : SANI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Moda transportasi kawasan Universitas Indonesia (UI) akan segera berganti dengan Transjakarta. Bus kuning yang biasa mengantar sivitas UI dari luar dan dalam kampus pun segera beralih mulai 1 Agustus mendatang.

Rektor UI, Muhammad Anis mengatakan, pergantian moda transportasi tersebut guna mendorong UI menjadi green campus atau kampus hijau yang ramah lingkungan. Karena selama ini Bikun bukan termasuk bus yang lower deck (berlantai rendah).

“Bis kuning UI ngga ada yang lower deck, lagi pula permasalahan bus kan bukan Tugas dan Fungsi (Tusi) UI, kenapa tidak kerjasama saja dengan PT Transjakarta sebagai pengelola bis yang profesional,” kata Anis kepada Radar Depok, usai  penandatangan MoU antara Universitas Indonesia-PT Transjakarta, di Ruang Rapat A Gedung Rektorat, kemarin (9/7).

Dengan adanya Transjakarta di kawasan UI dapat mengurangi jumlah kendaraan yang masuk ke dalam kampus yang berlokasi di Kukusan, Beji tersebut. Bus Transjakarta tidak hanya beroperasi di dalam kampus, tetapi rutenya dari UI hingga Lebak Bulus.

Anis menuturkan, bukan hanya menekan angka kendaraan tetapi Bus Trasnsjakarta juga dapat membantu UI menjadi kampus yang memiliki zona akademik bebas dari Gas Karbon Dioksida (CO2). Sehingga ramah untuk pejalan kaki dan pesepeda.

“Memang perlu menyadarkan kita semua step by step pengertian bahwa yang namanya pengembangan yang berkelanjutan itu harus betul-betul kualitas udara dan kualitas air diperjuangkan secara konsisten,” tuturnya.

Walaupun sudah ada Transjakarta, bis kuning tetap akan beroperasi untuk membackup apabila terjadi kemacetan di kawasan UI. “Bis kuning tetap standby, bis kuning sapu jagat langsung mengangkut para mahasiswa khususnya di jam-jam pagi untuk kuliah supaya tidak telat masuk kelas. Saat ini bis kuning UI ada 12 unit,” terang Anis.

Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono menyebut, bus Transjakarta akan beroperasi mulai 1 Agustus 2019. Sebanyak 35 unit bus akan melayani rute UI-Lebak Bulus, dan 15 bus untuk rute Manggarai-UI.

“Saat ini rutenya sudah ada ke UI tapi belum masuk ke kampus. Dengan layanan ini bis ini masuk terus kedalam,” bebernya.

Tarif Transjakarta dari luar ke UI dan dari UI ke luar sebesar Rp3.500, tapi kalau hanya di dalam lingkungan kampus UI tarifnya gratis. Waktu antara masing-masing busnya setiap 5 menit dengan jam operasional mulai pukul 05:00 hingga 22:00 WIB.

“Mekanismenya sistem tapping untuk layanan dari lua ke dalam UI. Tapi kalau yang ada di dalam kampus, sementara digunakan tiket kertas sampai menemukan cara-cara yang lebih inovatif untuk bisa mendeteksi bagaimana sivitas akademika menggunakan ini,” papar Agung. (san)