BARANG BUKTI: Anggota Satres Narkoba Polresta Depok menyita ribuan botol miras di dua warung kelontong, Minggu (25/8). FOTO : SANI/RADAR DEPOK
BARANG BUKTI : Anggota Satres Narkoba Polresta Depok menyita ribuan botol miras di dua warung kelontong, Minggu (25/8). FOTO : SANI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebanyak 1.300 botol minuman keras (miras) berhasil disita anggota satresnarkoba Polresta Depok, Minggu (25/8). Ribuan botol itu hasil sitaan dari gudang miras berkedok warung jamu dan sembako wilayah Beji dan Pancoranmas.

Kapolresta Depok, AKBP Azis Andriansyah mengatakan, laporan masyarakat menjadi kunci utama dilakukannya penggrebekan warung tersebut. Pasalnya warga setempat resah dengan aktivitas di dua lokasi yang disinyalir menyimpan miras siap edar.

“Petugas menyita 1.300 botol miras berbagai jenis baru mau dipasarkan sekitar wilayah Depok. Miras disita dari dua lokasi berbeda yaitu daerah Beji dan Pancoranmas,” kata AKBP Azis.

AKBP Azis mengemukakan, pihaknya hanya akan melakukan pendataan dan dilanjutkan pembinaan kepada pedagang yang kedapatan menjual miras. Hal itu sesuai Perda Nomor 6 Tahun 2008 tentang larangan penjualan minuman keras di tempat umum.

“Barang bukti disita dan para penjual dibina serta diperingati dengan membuat surat pernyataan untuk tidak kembali menjual miras atau dapat dikenakan sanksi tegas sesuai tindakan Tipiring sesuai Perda,” jelasnya.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih dalam, para penjual mengaku mendapatkan ribuan botol miras itu dari DKI Jakarta. Target penjualannya pun akan menyasar kalangan muda kisaran usia 25-35 tahun.

“Tidak hanya menjaga wilayah Kota Depok dari masalah gangguan Kamtibmas, namun kita berupaya menekan peredaran miras dengan mengadakan operasi penertiban seperti operasi Pekat,” pungkas AKBP Azis. (rd)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani

Editor : Pebri Mulya