Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kebutuhan anggaran dari APBD Kota Depok tiap pembayaran gaji honorer di SD dan SMP se-Kota Depok mencapai Rp5,5 miliar. Semua itu dibagikan ke sekitar 2.000 honorer yang ada di dua jenjang pendidikan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin menuturkan, dari jumlah tersebut, rinciannya tentunya lebih didominasi oleh honorer dari jenjang pendidikan SD, yang mencapai sekitar 1.500 honorer.

Sekarang ini berkaitan dengan keterlambatan gaji untuk honorer di jenjang SD sudah mulai dalam proses penyelesaian. Dimana, sekarang ini Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dari Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok. Oleh karena itu, bendahara sekolah tinggal memindah bukuan ke rekening tenaga honorer.

“Jadi, pihak sekolah yang mengaji tersebut ke rekening gurunya masing-masing. Total kebutuhan anggaran sekitar Rp5,5 miliar, dengan rincian Rp4,3 miliar untuk jenjang SD dan Rp1,2 miliar untuk jenjang SMP,” ucapnya.

Sebelumnya, tenaga honorer di Kota Depok terhitung dari penjaga sekolah, operator, staff TU, dan guru di jenjang SD mengalami keterlambatan pencairan gajinya, yakni dari Juni, Juli, dan Agustus 2019. (rd)