Iwan, kader HMI Kabupaten Cianjur yang jadi sasaran amukan polisi, setelah ada 3 polisi yang terbakar. FOTO : ISTIMEWA
Iwan, kader HMI Kabupaten Cianjur yang jadi sasaran amukan polisi, setelah ada 3 polisi yang terbakar. FOTO : ISTIMEWA

 

CIANJUR – Kejadian terbakarnya 3 polisi dari Polres Cianjur, ternyata ada cerita sisi lainnya dari salah satu mahasiswa yang ada di lokasi saat itu, dia adalah Irwan (21).

Salah satu kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Cianjur tersebut menjadi sasaran amukan polisi, saat tiga polisi terbakar aksi di depan Pendopo Cianjur, Kamis (15/8). Ia pun mengalami sejumlah luka memari di muka dan perutnya. Begini ceritanya.

Saat kejadian Irwan sedang berada di dekat lingkaran mahasiswa yang membakar ban. Namun poisisnya membelakangi lingkaran.

“Posisi saya lagi menghadap ke gerbang pendopo, sedangkan yang bakar ban itu di jalan. Jadi agak di belakang,” paparnya.

Para mahasiswa yang unjuk rasa itu melingkar di tengah jalan. Di tengahnya ada ban yang dibakar.

“Anak-anak nyanyi seperti biasa, polisi masuk ke lingkaran untuk memadamkan api. Terus ada yang melempar bensin, kena ke polisi. Di situ langsung pecah, semua massa pisah,” paparnya.

Irwan yang sedang berada di dekat pendopo bingung melihat suasana yang kacau, ketika massa aksi berlarian setelah tiga anggota polisi terbakar. Tiba-tiba ada polisi yang menariknya dan menganiaya.

“Pas gitu bingung, langsung ditarik sama polisi, langsung dihajar. Gak keitung berapa kali, yang kena itu perut kanan, mata, mulut, jidat kanan dan kiri,” tambahnya.

Beruntung saat itu juga ada anggota polisi lain yang mengamankannya dari amukan. Ia pun langsung berobat.

“Untungnya ada polisi yang ngambil saya, ngamankan saya. Ya salah tangkap,” tambah kader HMI Cianjur itu. Sementara itu belum ada keterangan dari keolisian terkait hal ini. (net/rd)