KETRAMPILAN : Kepala SMAN 8 Depok, Nurlaely (kanan) sedang melihat koki mempraktikan masak untuk menambah ketrampilan siswa. FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK
KETRAMPILAN : Kepala SMAN 8 Depok, Nurlaely (kanan) sedang melihat koki mempraktikan masak untuk menambah ketrampilan siswa. FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CILODONG – SMAN 8 Depok yang berlokasi di Jalan M Nasir, Kecamatan Cilodong bekerjasama dengan sebuah produk penyedap makanan menggelar kegiatan masak bersama untuk siswa laki-laki. Dalam kegiatan yang dilakukan di halaman sekolah tersebut, SMAN 8 Depok menginginkan siswa putra juga memiliki keinginan untuk mengembangkan diri menjadi siswa yang mandiri.

Kepala SMAN 8 Depok, Nurlaely mengatakan, biasanya orang yang berkutat di dapur, terutama untuk memasak identik dengan perempuan. Oleh karena itu, dirinya menginginkan siswa-siswanya terutama yang putra juga bisa memasak untuk bisa menjadi ketrampilan diri dalam berbagai hal.

“Anak-anak sekarang harus multitalent, bisa dalam berbagai hal, misalnya dalam memasak,” ucapnya kepada Radar Depok.

Nurlaely menjelaskan, kegiatan tersebut juga untuk mengajarkan ke siswa tentang kesetaraan gender, baik perempuan atau laki-laki. Dimana, sekarang ini semua hal bisa dilakukan, tanpa ada batasan gender. Memiliki banyak ketrampilan dan kemampuan, tentunya bisa menjadi bekal mereka di masa depan nanti.

“Jadi, dalam kegiatan tersebut diadakan kegiatan memasak bersama, pemutaran film pendek, dan makan bersama juga. Ini adalah kegiatan untuk mengedukasi siswa tentang beberapa ketrampilan yang bisa mereka pelajari,” terangnya.

Nurlaely menjelaskan, sekarang ini kuliner sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup. Menjadi seorang koki, juga bisa menjadi pilihan sebagai profesi yang menjanjikan kedepannya, bisa sebagai profesi utama ataupun sampingan. Apalagi, dengan menjadi koki juga bisa melatih siswa untuk kreatif dan berinovasi.

“Sekarang ini, untuk bisa berbisnis dalam dunia kuliner bisa juga dilakukan di rumah. Apalagi sekarang ini sudah ada jasa pengiriman makanan berbasis online. Jadi, lebih mudah menjalankan bisnisnya,” tuturnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya