PELEPASAN : Komandan Yonhub AD, Jatijajar Depok, Mayor (Chb) B. Agung saat melepas rombongan karateka Gokasi Depok menuju kejurnas, di Markas Yonhub AD, Jatijajar. FOTO : SANI/RADAR DEPOK
PELEPASAN : Komandan Yonhub AD, Jatijajar Depok, Mayor (Chb) B. Agung saat melepas rombongan karateka Gokasi Depok menuju kejurnas, di Markas Yonhub AD, Jatijajar. FOTO : SANI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tumbuhkan semangat nasionalisme. Sejumlah anak usia dini mendapatkan pelatihan khusus dari perguruan karate Gokasi, Batalyon Perhubungan Angkatan Darat (Yonhub AD). Ke depan, mereka diharapkan mampu menjadi karateka profesional.

Komandan Yonhub AD, Jatijajar, Mayor (Chb) B. Agung  mengungkapkan, program yang telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir ini adalah salah satu langkah strategis TNI untuk menjalin kekuatan bersama rakyat.

“Saya dukung untuk pembinaan anak usia dini. Selain itu sabagai institusi yang paling utama adalah terjalinnya silaturahmi antara TNI dengan rakyat,” katanya kepada Radar Depok, Kamis (29/8).

Lebih lanjut, sambung dia, karateka yang telah melewati tahapan pelatihan secara berkala itu, kemudian disiapkan untuk tampil dalam berbagai ajang turnamen.

Salah satunya, yang tengah berlangsung saat ini, Kejuaraan Nasional Gokasi, di Cirebon. Sebanyak 31 karateka besutan GokasiYonhub AD dikirim ke dalam ajang tersebut.

“Pesan saya karena ini usianya dibawah 16 tahun, bahkan ada yang 5-6 tahun sangat bagus dan ditingkatkan terus latihannya. Karena tidak ada perjuangan yang berhasil tanpa latihan keras. Tingkatkan latihan, junjung tinggi sportivitas,” ucapnya saat melepas para karateka tersebut, di Markas Yonhub AD, Jatijajar.

Untuk kali ini, Agung menargetkan minimal binaanya masuk dalam tingkat nasional.

Sementara itu, Ketua DPC Gokasi Depok, Hadi Siswanto mengatakan, pihaknya telah melakukan persiapan secara matang selama tiga bulan untuk mengikuti kompetisi tersebut. Ia berharap anak didiknya itu mampu memborong medali emas.

“Tahun kemarin kita dapat 13 emas. Nah tahun ini harus lebih baik lagi,” tandasnya. (rd)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani

Editor : Pebri Mulya