macet waktu kereta ditambah
PERJALANAN KRL DITAMBAH : KRL Comutter Line Jabodetabek melintas di perlintasan kawasan Gg.SMP, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung. PT KCI akan melakukan penambahan perjalanan pada 1 Desember 2019. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
TAK RESMI : Warga saat menunggu KRL Comutter Line yang melintas di pintu kereta tak resmi di Gg.SMP, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Selasa (27/8). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Seorang nenek tewas tertabrak kereta sore Senin (26/8) menjadi deretan panjang korban tewas di rel kereta. Nenek tanpa indentitas tersebut, belum diketahui keluarga. Peristiwa terjadi di KM.38+3 CTA-BJD, dekat Jalan Kenarok Kampung Plered RT 06/12, Pabuaran Bojong Gede Kabupaten Bogor.

Sebagian besar kecelakaan yang terjadi di rel kereta karena terlalu banyaknya perlintasan ilegal disepanjang rel kereta di Kota Depok.

Kepala Humas KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa menegaskan pihaknya bakal menutup sejumlah perlintasan kereta tanpa palang pintu di sepanjang jalur commuterline.

Rencananya ada sekitar 40 perlintasan tanpa palang pintu yang akan ditutup, termasuk di beberapa titik di Kota Depok yang masuk Daop 1 Jakarta.

Meski begitu, ia belum bisa memastikan kapan kebijakan itu bakal terlaksana. Sebab, pihaknya perlu melakukan sosialisasi kepada warga, pemerintah setempat dan beberapa instansi terkait demi menekan jumlah kecelakaan di perlintasan kereta.

“Supaya warga dan pengendara memperhatikan rambu saat melintas. Ada juga rencana membuat underpass atau jembatan layang, tapi itu perlu sosialisasi dulu,” tuturnya.

Sementara salah satu penjaga perlintasan kereta di gang SMP, Kelurahan Ratujaya, Cipayung, Wahyu mengatakan dirinya setiap hari menjaga perlintasan yang berada di Gang SMP.

Menurutnya kereta melintas setiap tiga menit sekali, sehingga di perlintasan kereta gang SMP perlu dijaga untuk mengawasi warga yang ingin melintas. Dia mengaku membuat palang pintu dengan bahan seadanya dari swadaya masyarakat.

“Kereta padat pada pagi dan sore hari hingga pukul 22.00. warga yang melintas juga banyak, karena kalau mau memutar di perlintasan resmi terlalu terlalu jauh, di Perlintasan Dipo, atau di perlintasan stasiun Citayam,” kata Wahyu. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto

Editor : Pebri Mulya