LUDES TERBAKAR : Sejumlah petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan bangunan yang terbakar di kawasan Jalan Raya Grogol,  RT7/RW1, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
LUDES TERBAKAR : Sejumlah petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan bangunan yang terbakar di kawasan Jalan Raya Grogol,  RT7/RW1, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Penyebab kebakaran paling banyak di Kota Depok karena konsleting listrik. Ini ditenggarai akibat pemasangan instalasi listrik yang tidak sesuai dengan aturan.

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Gandara Budiana mengatakan, 70 persen kebakaran yang ada di Kota Depok lantaran konsleting listrik.

Dengan demikian, dia mengimbau agar PLN lebih tegas pada masyarakat yang memasang instalasi tidak sesuai SOP PLN.

“Untuk memasang instalasi listrik dirumah, sebaiknya warga mempercayakan kepada orang yang dapat dipercaya, khususnya orang PLN,” kata Gandara kepada Radar Depok, Rabu (28/8).

Selain itu, dia juga mengatakan agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan karena akan menggagu, dan dikhawatirkan akan merambat ke rumah warga. “Bakar Sampah sembarangan bisa dikenakan tindak pidana ringan, karena itu sudah diperdakan,” kata tambahnya.

Lebih lanjut, pihaknya mencatat sudah terjadi 70 peristiwa kebakaran sepanjang Januari hingga Agustus 2019. Adapun yang menjadi penyebabnya karena korsleting listrik. Kasus tertinggi menimpa tempat tinggal. Dengan menghanguskan sebanyak 23 rumah.

Peristiwa kebakaran paling banyak terjadi pada Juli yakni 26 kejadian. Di antaranya tujuh rumah, lima kios usaha, dan 14 lokasi lainnya berhasil menjadi amukan si jago merah. Lalu sebanyak 15 kebakaran terjadi di Juni. “Selain arus pendek, biasanya kebakaran juga disebabkan karena tabung gas,” jelasnya.

Gandara menyebut, pada tahun ini ada penurunan jumlah peristiwa kebakaran di Kota Depok.

“Walaupun ada penurunan, dirinya meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat di dalam ruangan. Baik itu rumah atau kios,” tandasnya. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto

Editor : Pebri Mulya