MURAH :  Rp3.000 dapat memakan nasi kotak yang dijual di kantin kompleks perkantoran GDC. FOTO : ISTIMEWA
MURAH :  Rp3.000 dapat memakan nasi kotak yang dijual di kantin kompleks perkantoran GDC. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Murah, hanya Rp3.000, untuk dapat memakan nasi kotak yang dijual di kantin kompleks perkantoran GDC. Ternyata nasi kotak murah itu ada orang yang mau menyumbangkan rezki untuk kepentingan orang lain.  Dengan mengirimkan makanan 50 porsi setiap hari ke warung makanan Ibu Agus.

Ditemui di kawasan Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Ibu Agus mengaku, makanan tersebut setiap hari dibuat oleh dirinya dari uang Rp500. 000 yang dikirim oleh orang yang ia tidak kenal.

“Jadi setiap hari saya dikirim Rp500.000 ke rekening saya. Saya  bagi dengan warung sebelah jadi totalnya 50 porsi setiap hari yang kami sediakan,” katanya kepada Radar Depok, Rabu (7/8).

Ibu Agus menjual nasi dengan harga Rp3 ribu. Hal tersebut sesuai arahan dari donatur yang mengirimkan uang tersebut. Selain itu nasi berkah dijual selama hari  kerja yaitu dari hari Senin – Jumat.

“Kami jual dengan harga Rp3.000 perporsi. Kalau dari sisi menu harganya sih sebenarnya Rp10. 000. Tapi karena itu sudah pesanan yah kita jual Rp3.000,” ujarnya.

Nasi berkah yang dia jual tersebut sudah sejak enam bulan yang lalu. “Kurang lebih sudah enam bulan yang lalu saya jual. Dan sejak itu setiap hari saya dikirim Rp500.000 oleh donatur,” katanya.

Ia juga menceritakan, donatur yang mengirimkan uang setiap hari tersebut pada awalnya datang ke warungnya. “Pada saat itu ia datang untuk makan. Tapi tiba-tiba dia nawar untuk ngirim uang lima ratus. Dia minta rekening saya dan no hp,” katanya.

Awalnya Ibu Agus mengira hanya iseng. Tapi tiba – tiba ia mendapat telpon uang sudah ditransfer. “Saya kaget ternyata benar ada yang masuk. Sejak saat itu saya langsung buat nasi yang menunya telur, mie, ayam, ikan dan sayuran,” bebernya.

Dia sempat ragu untuk menjualnya. Sebab takut warung yang dia miliki tidak laku, karena ada nasi yang harga Rp3.000. “Awalnya saya takut warung saya nggak laku. Eh ternyata makin berkah warung saya,” ungkapnya.

Dia mengaku, warung berkah yang ia jual sangat laku dan bahkan tiap hari ada saja orang yang memesan untuk disumbangkan ke orang lain.

“Setiap hari ada yang pesan 50 ada yang 20 dan itu kadang pembeli itu dia sedekah lagi ke yang lain,” tuturnya.

Tak hanya itu uang Rp3.000 dari hasil menjual nasih berkah dikirim kembali ke donatur. “Setiap hari saya kirim lagi kadang dia tinggal tambah lagi untuk keperluan nasi dihari yang lain, ” katanya.

Sementara, salah satu pengunjung PN Depok, Supriadi mengaku, sangat terbantu dengan adanya nasi barokah. Sehingga dia bisa terbantu untuk membeli makan dengan harga murah. “Saya sedang tunggu sidang saudara saya, kebetulan ada nasi berkah, bisa lebih hemat,” tutup Supriadi. (rub)