DICOKOK : Andi Mardiansyah tak berdaya saat dicokok polisi, di Jalan Batu Belah RT7/4 Kelurahan Cipedak Jagakarsa, Jakarta Selatan. FOTO : POLRESTA DEPOK FOR RADAR DEPOK
DICOKOK : Andi Mardiansyah tak berdaya saat dicokok polisi, di Jalan Batu Belah RT7/4 Kelurahan Cipedak Jagakarsa, Jakarta Selatan. FOTO : POLRESTA DEPOK FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tabir siapa yang membunuh Asbulloh di Jalan Bango, RT3/RW3 Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Rabu (28/8) akhirnya terkuak. Benar saja, pelaku yang tega menghabisi bapak empat anak itu teman  kerja, Andi Mardiansyah. Di hari yang sama pasca jenazah Asbulloh ditemukan, sore harinya sekira pukul 17:30 WIB Andi ditangkap. Pemuda berusia 22 tahun itu tak berdaya saat dicokok polisi, di Jalan Batu Belah RT7/4 Kelurahan Cipedak Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kapolres Depok, AKBP Azis Andriansyah mengatakan, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan tersebut. “Pelaku masih diperiksa di Unit Krimsus Sat Reskrim Polresta Depok,” kata Azis kepada Radar Depok, Kamis (29/8).

Azis mengatakan, barang bukti yang diamankan berupa pakaian yang digunakan ketika pelaku melakukan aksinya. Saat petugas menyisir sekitar TKP, ternyata tak jauh dari lokasi pernah mampir seseorang yang berlumuran darah disebuah warung. Saat itu, pelaku sempat berbincang dengan warga setempat. Pelaku mengaku jika dirinya baru saja dibegal. “Padahal dia (Andi) pelaku pembunuhan. Lalu ada handphone milik korban (pada pelaku),” ucapnya.

Menambahkan ucapan Kapolres, Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan mengatakan, pelaku Andi Mardiansyah yang membunuh Asbulloh karena dilatarbelakangi lilitan utang. Deddy mengatakan, tersangka Andi tega membunuh Asbulloh ingin mengusai hartanya untuk membayar utang yang mencapai Rp4 juta. “Tersangka mengaku terlilit hutang dan sedang dikejar-kejar rentenir,” ujar Deddy, Kamis (29/08).

Dari pengakuan pelaku, saat itu kebetulan korban lagi bawa uang setoran. Uang itulah yang dibawa kabur tersangka. Menurut Deddy, tersangka dan korban saling mengenal dan bekerja di lokasi yang sama, yakni usaha pemotongan ayam.

Korban dipercaya untuk memegang uang setoran hasil penjualan ayam setiap harinya. “Saat ini kami masih mengembangkan kasus ini, termasuk memastikan berapa jumlah uang yang dirampas tersangka dari korban,” terang Deddy.

Pembunuhan yang dilakuakan Andi, jelas secara terencana dengan mencari sisi lemah korban yang sedang membawa uang dan kemudian menghabisi korban. “Pelaku nyari waktu yang tepat saat korban lengah, korban dibunuh dan diambil barangnya.” kata Deddy.

Usai menghabisi nyawa Asbulloh, pelaku mencoba menghilangkan jejak dengan cara membuang mayat korban di kebun pisang kawasan Kelurahan Grogol, Limo. Dan membuang motor korban ke kali yang berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasi pembuangan mayat. “Pelaku membuang handphone dan motor korban ke Kali Krukut, Depok,” kata Deddy.

Terpisah, adik  bungsu Asbulloh, Umriati mengungkapkan, kakak kandungnya itu merupakan sosok yang humoris. “Dia orangnya selalu bercanda, enggak pernah nunjukkin kalau ada masalah,” kata Umriati di Jalan Mandor Basar, RT1/1, Kelurahan Rangakapanjaya, Kecamatan Pancoranmas, Depok.

Keluarga tak menyangka, anak ke-8 dari 9 bersaudara itu meninggal dengan cara mengenaskan. Umriati mengatakan, selama ini memang Asbulloh tak pernah menceritakan jika dirinya ada masalah. “Orangnya tertutup, kalau pun ada masalah enggak pernah cerita, dia enggak mau bebani keluarganya,” papar Umriati.

Menurutnya, Asbulloh merupakan tulang punggung keluarga yang memiliki empat orang anak. Anak pertama SMP, anak kedua SD, anak ketiga berusia empat tahun, dan anak bungsunya masih berusia satu setengah tahun.

“Dia memang rajin banget kerjanya karena memang anaknya masih kecil-kecil. Pergi (kerja) pagi, pulang malam demi keluarga,” tutur Umriati. (rd)

Jurnalis : Fahmi Akbar, Junior Wiliandro

Editor : Pebri Mulya