SOSIALISASI : Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna saat memberikan materi dalam sosialisasi Pemilu 2019, beberapa waktu lalu. Foto : RICKY/RADAR DEPOK
PEMAPARAN : Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna saat melakukan sosialisasi Pemilu 2019 di Kota Depok. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dihapusnya anggaran untuk KPU Kota Depok dalam Anggarapan Perubahan 2019 oleh DPRD Kota Depok, menurut Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna akan berakibat tidak maksimalnya pelaksanaan Pilkada 2019.

Menurut Nana, yang paling berdampak pada tahapan awal Pilkada yang harus dilakukan pihaknya di akhir tahun 2019. Dimana, dalam tahapan awal tersebut, diantaranya seperti penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), rakor-rakor dengan TAPD, rapat terkait sosialisasi untuk tahapan Pilkada, sosialisasi calon independen dan beberapa tahapan lainnya.

“Solusinya mungkin bisa meminta bantuan Kesbangpol Kota Depok sehingga bisa dilakukan sosialisasi. Bisa mereka yang melakukan kegiatan yang yang mengisi acaranya,” jelasnya.

Nana menambahkan, dalam waktu dekat akan diadakan rapat terkait Pilkada di KPU Jawa Barat. Tentunya, persoalan anggaran ini menjadi sebuah pemikiran untuk KPU Kota Depok. “Dalam forum nasional, nanti kami akan berkonsultasi dulu. Kalau KPU Kota Depok sendiri yang melakukan, dari mana uangnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Depok, M. Supariyono memberi jawaban ihwal pencoretan anggaran KPU Kota Depok di APBD Perubahan 2019.

Dikatakannya, pencoretan tersebut dilandasi karena tidak ada satu pun komisioner KPU yang hadir dalam rapat finalisasi APBD Perubahan, bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Depok.

“Pengajuannya (APBD Perubahan) sekitar Rp700 juta. Tidak ada yang datang orangnya (KPU). Akhirnya tidak dibahas dan dicoret dari APBD Perubahan,” kata Politikus PKS ini kepada Radar Depok, Rabu (14/8). (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya