SERU: Walikota Depok, Mohammad Idris menjajal olahraga tradisional dalam kemeriahan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, di Lapangan Balaikota, Jumat (9/8). FOTO : HUMAS PEMKOT FOR RADAR DEPOK
SERU: Walikota Depok, Mohammad Idris menjajal olahraga tradisional dalam kemeriahan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, di Lapangan Balaikota, Jumat (9/8). FOTO : HUMAS PEMKOT FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemerintah Kota Depok seharian kemarin (9/8), diajak kembali ke masa lampau ketika anak-anak dulu. Mereka memainkan olahraga tradisional dengan riang.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Wijayanto mengatakan, kegiatan yang diikuti oleh Walikota, Kepala OPD, Camat, Lurah, dan jajaran ini untuk memeriahkan HUT ke-74 RI. Sekaligus melestarikan olahraga tradisional.

“Lomba ini untuk memperkenalkan berbagai olahraga tradisional kepada masyarakat. Sekaligus partisipasi PNS dalam memeriahkan HUT ke-74 Kemerdekaan RI,” kata Wijayanto usai lomba olahraga tradisional, di Lapangan Balaikota.

Sebanyak enam jenis mata lomba dihadirkan, seperti tarik tambang, panahan, balap karung, dogongan, sumpit, dan terompah. Gelak tawa dan semangat dari seluruh PNS membuat suasana pagi yang cerah semakin profduktif.

Tidak mau kalah dengan para stafnya, seluruh Kepala OPD riang gembira memainkan sejumlah permainan tersebut.

Sementara itu, Walikota Depok, Mohammad Idris juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk ikut memeriahkan peringatan HUT RI. Termasuk dengan memasang umbul-umbul dan bendera di lingkungan setempat.

“Kita sudah mengeluarkan surat edaran agar H-7 nanti dimeriahkan dengan pemasangan umbul-umbul dan bendera,” jelas Idris.

Momentum peringatan HUT RI harus dijadikan sebabagi bentuk upaya dalam meneladani perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Salah satunya dengan kemandirian dan rela berkorban.

“Harapan kita pada peringatan HUT RI ini tidak hanya seremonial, tetapi kita harus merenung bagaimana penderitaan, perjuangan, dan pengorbanan para pahlawan. Ini yang harus kita teladani dengan kemandirian dan semangat berkorban,” pungkas Idris. (san)