BELUM BISA TERATASI : Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Margonda Raya, Kota Depok. Masalah kemacetan tersebut sampai saat ini masih belum bisa diatasi oleh pemerintah kota, walaupun sudah dengan berbagai cara untuk mengatasi hal tersebut. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BELUM BISA TERATASI : Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Margonda Raya, Kota Depok. Masalah kemacetan tersebut sampai saat ini masih belum bisa diatasi oleh pemerintah kota, walaupun sudah dengan berbagai cara untuk mengatasi hal tersebut. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Semakin padatnya lalu lintas di Kota Depok tentu membutuhkan inovasi. Menurut pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, untuk mengentaskan kemacetan, setiap kota harus memiliki fasilitas transportasi yang memadai.

“Pengaturan dan pembagian yang sesuai dengan kebutuhan para pengguna transportasi selayaknya dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah penduduk yang ada di Kota Depok,” ungkapnya kepada Radar Depok, Jumat (9/8).

Menurutnya, Pemkot Depok harus jeli menyikapi persoalan yang ada. Guna mengurangi kemacetan, Dinas Perhubungan Kota Depok telah melakukan studi sistem angkutan massal pada tahun 2012. “Sebaiknya pemerintah mengimplementasikan hasil studi lalu lintas yang dilakukan tahun 2012 itu,” kata Djoko.

Dari studi yang dilakukan, pemerintah Kota Depok telah mempelajari terkait pembangunan prasarana dan sarana bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Juga mempelajari pengembangan sarana angkutan umum massal (SAUM) di Kota Depok sebagai pedoman teknis dalam penataan angkutan di Kota Depok.

“Di samping harus dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar, angkutan umum massal ini akan dibuat nyaman dan aman, cepat sampai tujuan, dan lebih ekonomis,” kata Djoko.

Dari hasil studi yang dilakukan dishub Kota Depok pada tahun 2012, pada koridor 1 ini rutenya dari Terminal Jatijajar kembali ke Terminal Jatijajar.

Koridor ini memiliki panjang rute sekitar 17,9 km. Dalam menentukan jumlah armada komponen lain yang terkait adalah kecepatan dan waktu perjalanan. Nilai kecepatan ditentukan berdasarkan standard pelayanan minimal kecepatan angkutan umum adalah 20 – 30 km/jam.

Koridor 2 rutenya dari Terminal Depok kembali ke Terminal Depok dengan melalui ruas Jalan Ir. H. Juanda pada saat berangkat. Koridor ini memiliki panjang rute sekitar 15,33 km. Koridor 3 rutenya dari Terminal Sawangan sampai Terminal Depok dan merupakan rute trayek yang paling panjang jika dibandingkan dengan ke II trayek lainnya. Panjang koridor 3 ini adalah 20,54 km dengan waktu tempuh selama 61.5 menit jika kecepatan perjalanan sebesar 20 km/jam.

“Seperti yang terdapat di dalam hasil studi. Jaringan Pelayanan SAUM dapat diimplementasikan di Kota Depok dengan ketiga tahapan implementasi dengan berdasarkan prioritas,” tandasnya. (rub)