RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjelang pelaksanaan Pilkada di Kota Depok, Bawasli masih menunggu dari KPU, terutama dalam penyelesaian PKPU tentang tahapan jadwal. Sebab menurut Komisioner Bawaslu Kota Depok, Andriansyah, ketika tahapan itu sudah muncul, pihaknya baru bisa melakukan pengawasan.

Yang pasti, sambung dia, Bawaslu menyiapkan bagian awal, perencanaan keuangan untuk pengajuan anggaran. Hal ini sudah disampaikan ke Walikota Depok terkait anggaran.

“Kami mengajukan di angka Rp20 miliar. Tapi masih berproses pada angka Rp15 miliar, pada intinya, semua itu bagian dari perencanaan dan penguatan kami dalam hal pengawasan,” ujarnya.

Sebab, Andriansyah melanjutkan, pencapaian di Pemilu 2019 diharapkan tidak menurun di Pilkada Kota Depok. Kemudian, pada pengawasan partisipatif pun harus ditingkatkan lagi, terutama penetrasi di sosialisasi.

“Itu menjadi pekerjaan rumah bersama. Tapi, kedewasaan Pilkada kami yakin warga Depok makin meningkat, ide-ide dan gagasan terkait strategi pilkada juga kita lakukan,” katanya.

Bawaslu berharap, suasana Pemilu dapat terbawa hingga ke Pilkada Kota Depok, seperti partisipasi masyarakat, dan pengawasan partisipatif dari masyarakat. Sebab, partisipasi dibarengi dengan masyarakat yang paham betul terkait aturan Pemilu menjadi kesuksesan sebuah pelaksanaan pesta demokrasi.

“Mana yang boleh dan tidak boleh, pencegahan aturan kami sosialisasi. Karena nanti di Pilkada lebih kompleks, pilkada ini aturannya berbeda dan kedekatan emosionalnya berbeda, karena memilih pemimpin daerah sendiri,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya pun mengucapkan terima kasih pada jajaran Panwascam, pengawas kelurahan dan pengawas TPS yang melaksanakan tugas dan menjalankan amanahnya mewujudkan Pemilu yang bersih dan berintegritas di Kota Depok.

“Juga kepada KPU Kota Depok, Pemkot Depok, pihak kepolisian, TNI dan seluruh stakeholder yang telah mendukung suksesnya Pemilu 2019 di Kota Depok,” tutupnya. (cky)