KEGIATAN : Puluhan relawan anti narkoba berswafoto dengan Kepala BNN Kota Depok dan narasumber lainnya usai kegiatan Asistensi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba, di Wisma Hijau, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis. FOTO : SANI/RADAR DEPOK
KEGIATAN : Puluhan relawan anti narkoba berswafoto dengan Kepala BNN Kota Depok dan narasumber lainnya usai kegiatan Asistensi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba, di Wisma Hijau, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis. FOTO : SANI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Berdasarkan laporan Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan atau dalam bahasa inggrisnya United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Pada Juni 2018 jumlah penduduk dunia yang menyalahgunakan narkoba dalam kurun waktu satu tahun terakhir mencapai 275 juta orang, atau sekitar 5,6 persen dari populasi dunia.

Kota Depok sebagai salah satu kota penyangga Ibukota, juga memiliki masalah penyalahgunaan obat terlarang tersebut. Tercatat pada 2014 terungkap 4 kg sabu diamankan BNN Kota Depok di salah satu apartemen di Depok. Tidak kalah mirisnya, 2016 BNN Kota Depok melakukan pemeriksaan urin di beberapa sekolah dan menemukan seorang siswi SMP kelas 2 telah mengonsumsi obat golongan G (Tramadol) sebanyak 10 butir dalam sehari.

Guna mengatasi permasalahan narkoba di Kota Depok, usaha pencegahan harus seimbang dengan pemberantasan. BNN Kota Depok melakukan usaha pencegahan tersebut dengan membentuk relawan anti narkoba.

“Pada awal pembentukan relawan anti narkoba ini berasal dari 13 Kader Keluarga Berencana (KB) di kelurahan yang terindikasi rawan narkoba dan 17 Guru Bimbingan Konseling (BK) jenjang SMA/SMK di Kota Depok,” kata Kepala BNN Kota Depok, M. Rusli Lubis kepada Radar Depok, Rabu (28/8).

Sebanyak 30 relawan anti narkoba ini diberi pembekalan materi tentang Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan materi tentang kemampuan berkomunikasi. Dimana selain Kepala BNNK Depok, Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAMPK) Depok juga menjadi narasumber untuk memberi materi kepada para relawan.

“Kehadiran relawan anti narkoba dari unsur masyarakat dapat lebih memberikan pelajaran sekaligus menyadarkan. Sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin dari lingkungan masyarakat,” jelas Rusli.

UNODC juga menyebutkan bahwa penyalahgunaan narkoba lebih tinggi pada usia remaja, yakni 12-17 tahun. Sehingga diperlukan kerja sama unsur pemerintahan dan masyarakat untuk mencegah peredaran narkoba, khususnya di Kota Depok.

Sementara itu, Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari menuturkan, saat ini di masyarakat marak dengan permasalahan soal anak. Seperti pergaulan bebas, kecanduan game, terpapar pornografi, dan kecanduan narkoba. Semua permasalahan itu tidak terlepas dari peran keluarga.

“Ketahanan keluarga sangat diperlukan dalam menangkal setiap permasalahan yang terjadi pada anak dan remajaa. Peran orangtua sangat penting dalam membentuk karakter anak,” pungkas Nessi. (rd)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani

Editor : Pebri Mulya