MERAWAT IKAN : Kosasih rutin memperhatikan kondisi ikan hias miliknya untuk memastikan kualitas ikan yang akan di ekspornya tersebut. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
MERAWAT IKAN : Kosasih rutin memperhatikan kondisi ikan hias miliknya untuk memastikan kualitas ikan yang akan di ekspornya tersebut. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

Kosasih, pelaku budidaya ikan hias yang tinggal di Gang 1000, RT05/05, Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos, ini bisa dikatakan sudah menjadi pembudidaya ikan hias yang sukses. Namun di tengah kesuksesanya, dia tidak lantas sombong atau pelit ilmu. Justru, ia masih mau membagikan ilmunya kepada para pelaku budidaya ikan hias pemula di sekitarnya.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO SIREGR

RADARDEPOK.COM – Batang demi batang rokok keretek habis dihisap Kosasih yang tengah asik membenahi puluhan kolam ikan hias di halaman rumah sederhananya itu. Dengan teliti dia mengecek setiap kolam yang berisikan ribuan ikan hias mungil dari berbagai macam jenis.

Di tengah kesibukannya itu, ia berseloroh, melakukan budidaya ikan hias merupakan kegiatan yang gampang–gampang susah. Sebab menurutnya, para pelaku budidaya ikan hias akan mengalami yang namanya fase gagal panen yang disebabkan berbagai faktor.

“Biasanya kendala itu kalau cuaca lagi kemarau kaya sekarang, kualitas air jadi buruk dan kalau malam suhunya jadi dingin. Ikan banyak yang sakit dan mati kalau musim kemarau kayak gini,” ujarnya.

Maka dari itu diakatakan, jika ingin menekuni bisnis budidaya ikan hias orang itu harus memiliki ketertarikan terlebih dahulu kepada ikan hias agar bisa sukses dalam melakukan budidaya ikan hias dan menghasilkan pundi – pundi rejeki.

“Kalau asal budidaya aja tanpa rasa suka sama ikan hias itu susah, pasti apa – apa akan jadi kendala. Kalau dia suka ikan hias, segala hambatan akan terasa menyenangkan karena kita menganggapnya tantangan,” tuturnya.

Dia menambahkan, selain fokus menetaskan ikan hias, dia juga tengah disibukan dengan melakukan pembinaan kepada orang – orang yang sedang belajar menjadi pembudidaya ikan hias di Kota Depok.

“Saya juga diminta Camat Tapos untuk membina pelaku budidaya ikan hias di Kecamatan Tapos,” katanya.

Diakuinya, saat ini sudah ada ratusan orang yang dibinanya untuk menjadi pelaku budidaya ikan hias. Para muridnya tersebut berasal dari berbagai wilayah di Kota Depok, bukan hanya di Kecamatan Tapos saja.

“Bulan ini yang baru bergabung jadi binaan saya saja sudah ada 17 orang,” bebernya.

Menurutnya, dengan melakukan pembinaan kepada para pelaku budidaya ikan hias yang baru membawa kebangaan tersendiri baginya. Sebab dia dapat membantu orang lain dalam mencari nafkah, utamanya lewat hobi budidaya ikan hias.

Dalam memberikan ilmu, dia tidak pernah mengirit atau menyembunyikan ilmu. Bahkan dia memberikan seluruh ilmunya secara cuma kepada para muridnya itu agar mereka bisa meraih sukses seperti dirinya.

“Buat saya berbagai ilmu itu gak ada ruginya. Toh ilmu saya gak akan habis. Jangan kan ilmu, ikan mereka yang belum laku dijual aja saya suruh di bawa kesini supaya saya borong sebagai bentuk dukungan saya kepada mereka,” tutupnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya