Ganja dimasukan di dalam bungkus mie instan. FOTO : JAWA POS
Ganja dimasukan di dalam bungkus mie instan. FOTO : JAWA POS

 

JAKARTA – Peredaran narkoba semakin beragam modusnya. Berbagai cara dilakukan oleh para pebisnis barang ilegal itu untuk mengelabuhi petugas. Terbaru mereka memasukan narkotika yang hendak diedarkan ke dalam bungkus mie instan berbentuk cup.

“Satu Popmie ini isinya nggak penuh, (ganjanya) dikit aja. Jadi ini Popmie isinya ganja, terus ditumpuk Popmie lagi,” ujar Kapolres Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (19/8).

Indarto menerangkan, penyelundupan narkoba dengan cara seperti ini merupakan modus baru. Secara kasat mata, 4 bungkus mie instan tersebut tidak terlihat mencurigakan. Namun, setelah dibongkar, bagian bawahnya terdapat ganja yang disembunyikan.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bekasi Kota, Kompol Sigit Haryono mengatakan, dari kasus ini jajarannya menangkap 2 orang tersangka. Yakni Agus Priyo Utomo dan Eggi Firmansyah.

Keduanya diamankan di sekitar wilayah Bekasi Selatan pada 13 Agustus lalu. Keduanya merupakan kurir narkoba. Dan dari pengakuannya baru sekali mengirim barang ilegal tersebut.

“Setelah kita amankan, dari keterangan dia mau dikirimkan ke lapas. Lapasnya mana dia nggak nyebut, hanya nyebut nama seseorang dan sekarang masih kita lidik, kita kembangkan,” sambungnya.

Modus baru penyelundupan narkoba juga ditemukan oleh jajaran Polres Metro Jakarta Barat. Di sana petugas menemukan sabu akan dikirim menggunakan bungkus abon ikan tuna.

“Yang bungkus abon itu baru. Ditangkap baru dua atau tiga hari lalu oleh Polsek Kalideres,” ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Fredriz.

Dalam kasus ini, polisi menyita sabu seberat 3 kilogram, serta menangkap dua orang tersangka. Salah satunya berperan sebagai bandar. Sabu ini rencananya akan diedarkan di sekitaran Jakarta.

Berbeda dengan sabu lainnya, Erick memastikan narkotika ini merupakan paket lokal. Berbeda dengan sabu kemasan teh yang biasa dikirim dari luar negeri melalui jalur tikus. “Jadi dipastikan packaging nya bukan di luar negeri lagi, tapi di Indonesia,” pungkas Erick.

Atas perbuatannya, para tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 111 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (jwp/rd)