PENYULUHAN: Para guru dan siswa SMPIT Bina Insan Kamil Kota Depok berfoto bersama, usai menggelar kegiatan penyuluhan tentang pencegahan kenakalan remaja dan penyuluhan anti narkoba, kemarin (26/8). FOTO : AGUNG/RADAR DEPOK

 

PENYULUHAN: Para guru dan siswa SMPIT Bina Insan Kamil Kota Depok berfoto bersama, usai menggelar kegiatan penyuluhan tentang pencegahan kenakalan remaja dan penyuluhan anti narkoba, kemarin (26/8). FOTO : AGUNG/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – SMPIT Bina Insan Kamil menggelar penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba dan pencegahan kenakalan remaja, yang diikuti ratusan siswa dan guru.

Kepala SMPIT Bina Insan Kamil Kota Depok, Nurul Awalin menyebutkan, tujuan dan target dari penyuluhan tersebut agar para siswa paham dan mengerti kriteria apa saja yang termasuk dalam kenakalan remaja. Selain itu para siswa diharapkan paham dan mengerti tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, jenisnya, gejalanya, hingga cara pencegahannya.

“Bahaya penyalahgunaan narkoba harus kita sampaikan dan cegah sejak dini. Siswa harus memahami bahayanya, termasuk meminimalisir kenakalan remaja,” ungkap Nurul kepada Radar Depok, kemarin (26/8).

Selain itu lanjut Nurul, peserta penyuluhan bahaya narkoba diikuti oleh seluruh siswa dari Kelas VII, VIII, dan IX, serta szemua dewan guru.

“Harapan besar kami, semua siswa SMPIT Bina Insan Kamil bebas dari kenakalan remaja, dan bebas dari narkoba,” tegas Nurul.

Kanit Kamsa Fungsi Binmas Polresta Depok, Iptu Karta Wijaya sebagai narasumber mengatakan, landasan hukum yang mengatur penyalahgunaan narkoba di antaranya Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

Yang termasuk ke dalam jenis narkoba, yaitu, heroin, ganja, cocain, ecstacy, metaphetamine, shabu, serta obat penenang ada koplo dan BK. Ia menilai, siswa yang dijadikan sasaran pengedar narkoba biasanya, kurang berminat sekolah, punya masalah dengan guru, kurang pede, mudah bosan, dan lain-lain.

“Perilaku siswa yang terkena dampak narkoba biasanya sering bolos sekolah, sering terlambat masuk sekolah, sering ngantuk tidur sekolah, bahkan prestasi menurun,” tuturnya.

Ia berharap, seluruh stakeholder pendidikan turut bahu membahu mencegah peredaran narkoba. “Melalui penyuluhan ini, tentu ini menjadikan sebuah edukasi bagi para siswa, agar mengenali dan memahami apa yang berbahaya bagi mereka, salah satunya bahaya narkoba. Dan ini bentuk dari pencegahan sejak dini, patut kita apresiasi apa yang sudah dilakukan pihak sekolah,” ucapnya. (rd)

 

Jurnalis : M. Agung HR

Editor : Pebri Mulya