KERJASAMA : CEO Cyberjeck Ricky Wee (ketiga kiri) bersama Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Depok Indra Iswanto (kedua kanan) berfoto bersama usai menandatangani nota kerjasama dalam acara Soft Launcing Cyberjek, di Hotel Bumi Wiyata, Senin (26/8). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
KERJASAMA : CEO Cyberjeck Ricky Wee (ketiga kiri) bersama Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Depok Indra Iswanto (kedua kanan) berfoto bersama usai menandatangani nota kerjasama dalam acara Soft Launcing Cyberjek, di Hotel Bumi Wiyata, Senin (26/8). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Di era industri teknologi saat ini, apapun serba mudah. Masyarakat sudah dimanjakan dengan hadirnya teknologi canggih, sampai-sampai merambah ke unit transportasi. Dua bisnis transportasi online di Indonesia yakni Gojek dan Grab memiliki penantang baru. Dia adalah Cyberjek yang baru launching di Hotel Bumi Wiyata, Margonda Raya, Beji, Senin (26/8).

Walaupun Cyberjek merupakan bisnis yang mirip dengan dua kompetitor nasional tersebut. Aplikasi yang dapat mempermudah mobilitas pelanggan ini telah dirancang sejak 2016 silam. Sampai saat ini, sudah ada 30.000 pengemudi sepeda motor dan mobil se-Jabodetabek yang menjadi bagian dari Cyberjek.

“Bahkan Cyberjek ini beda dengan aplikasi yang lain. Selain memberikan kenyamanan dan kecepatan bagi pelanggan. Para driver juga akan mendapatkan berbagai fasilitas baik pendapatan serta layanan lainnya,” kata Co Founder Cyberjek, Ricky Wee kepada Radar Depok.

Fasilitas yang akan diterima para pengemudi selain bergabung menjadi anggota koperasi Tass Indonesia Nusantara (Koptassindo). Mereka juga akan mendapatkan asuransi dari BPJS Ketenagakerjaan, dan memiliki hari libur layaknya tenaga kerja pada umumnya.

“Jadi pada initinya, para driver layak mendapatkan semua itu, karena mereka berkerja siang dan malam. Kami ingin memanusiakan anggota yang sudah tergabung,” jelas Ricky.

Kenyamanan dan keamanan merupakan kunci utama yang wajib disediakan oleh pebisnis tranportasi online. Tidak hanya bagi pengguna tapi juga pengendara ojol tersebut. Guna memenuhi kebutuhan itu, Cyberjek bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Depok.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Depok, Indra Iswanto menerangkan, di awal kerjasama sebanyak 10.000 pengemudi Cyberjek akan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “10.000 pengemudi ini yang sudah memenuhi persyaratan dokumen dari Cyberjek. Mudah-mudahan nantinya ke depan terus bertambah pengemudi yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” paparnya.

Dia menuturkan, para pengemudi Cyberjek yang sudah mendapatkan kartu BPJS Ketenagakerjaan tidak perlu khawatir soal jaminan atas risiko pekerjaan. Khususnya ketika terjadi kecelakaan sampai dengan kematian. “Kalau peserta mengalami kecelakaan kerja akan diberikan perawatan hingga sembuh di rumah sakit dan akan diberikan penggantian penghasilan yang hilang selama menjalani perawatan, apabila peserta meninggal dunia maka ahliwaris akan diberi santunan sebesar Rp24 juta serta beasiswa untuk anak Rp12 juta per anak,” tutur Indra.

Kabid Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Depok, Yanuar Wirandono mengimbau, agar seluruh driver Cyberjek memastikan bahwa dirinya telah terlindungi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan yaitu dengan mendapatkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui manajemen Cyberjek.

“Dengan penandatanganan PKS antara BPJS Ketenagakerjaan dan PT. Margonda Transportasi Nusantara sebagai owner Cybejek, hal ini menjadi jaminan agar driver online Cyberjek mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sehingga merasa tenang dalam bekerja,” pungkas Yanuar. (rd)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani

Editor : Pebri Mulya