SOSOK : Datuk Marajo Tanpatiah (kiri) bersama datuk lainnya saat pemberian upacara keadatan, beberapa waktu lalu. FOTO : DICKY/RADARDEPOK
SOSOK : Datuk Marajo Tanpatiah (kiri) bersama datuk lainnya saat pemberian upacara keadatan, beberapa waktu lalu. FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

Minangkabau sangat lekat dalam menjaga tradisi, dan memiliki Datuk yang sangat dihormati dan disegani. Demi menjaga tradisi, masyarakat Padang atau asal Minangkabau, selalu digariskan secara temurun. Hal itulah yang juga dilakukan Datuk Marajo Tanpatiah dari Suku Panyalai Subarang Batipuah Ateh.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

RADARDEPOK.COM – Tidak dapat dipungkiri, Kota Depok memiliki ragam budaya dan suku yang menetap. Salah satunya Suku Panyalai Subarang Batipuah Ateh dari Minangkabau, yang dipimpin Datuk Marajo Tanpatiah. Ditemui di wilayah Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung Depok, Datuk Marajo Tanpatiah tampak bermain dengan anaknya.

Sambil duduk disebuah kursi, Datuk Marajo Tanpatiah mengatakan, Datuk merupakan pemimpin sebuah suku yang memiliki tugas untuk mengayomi dan melindungi masyarakat yang sesuai garis keturunan suku. Seperti dirinya, berusaha untuk mengayomi keluarga dari keturunan Suku Panyalai Subarang Batipuah Ateh.

“Suku kami selain berdomisili di Padang juga berada di wilayah Jabodetabek, salah satunya Kota Depok,” ujar pria yang memiliki nama asli Aldi Almahendra.

Pria yang bekerja di Jakarta tersebut mengungkapkan, pemberian gelar Datuk hanya bisa disematkan kepada anak dari garis keturunan Ibu (Matrilineal). Namun, di wilayah Padang Pariaman dan Kota Padang pemberian digariskan melalui keturunan Bapak (Patrilineal).

Datuk Marajo Tanpatiah menjelaskan, selain dari garis keturunan, pemberian gelar juga diberikan kepada pria pada hari pernikahan. Setelah pemberian gelar, seseorang tidak boleh menyebutkan nama asli atau nama masa kecil pria yang telah diberik gelar tersebut. Hal itu telah dipahami dan diikuti suku yang dipimpinnya.

“Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang sudah dewasa,” terang Datuk Marajo Tanpatiah.

Saat ini, lanjut Datuk Marajo Tanpatiah suku yang dipimpinnya mencapai sekitar 300 orang yang tersebar di Jabodetabek. Datuk Marajo Tanpatiah selalu berusaha menjaga keharmonisan dan kebersamaan sukunya, salah satunya dengan menjalin komunikasi aktif.

“Komunikasi itu penting untuk memperkuat dan memperkokoh suku kami,” ucap Datuk Marajo Tanpatiah. (bersambung)

 

Editor : Pebri Mulya