PROSESI: Suasana pengukuhan Datuk Marajo Tanpatiah oleh pemuka datuk lainnya di Subarang Batipuah Ateh, Padang Panjang, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu. FOTO : DICKY/RADARDEPOK
PROSESI : Suasana pengukuhan Datuk Marajo Tanpatiah oleh pemuka datuk lainnya di Subarang Batipuah Ateh, Padang Panjang, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu. FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

Mungkin masih banyak masyarakat diluar Suku Minangkabau, khususnya di Kota Depok belum memahami proses pemberian gelar Datuk, salah satunya Datuk Marajo Tanpatiah. Seorang Datuk Marajo Tanpatiah harus memiliki empat keutamaan sifat yang harus dimiliki untuk memimpin suku. Pengangkatan datuk harus menyembelih simbol sebagai sarat sebelum pengukuhan Datuk. 

Laporan : Dicky Agung Prihanto

RADARDEPOK.COM – Sambil mengenang dan menunjukan sejumlah foto momen saat pengukuhan gelar Datuk Marajo Tanpatiah, bukan sembarangan diberikan gelar begitu saja.

Datuk Marajo Tanpatiah mengatakan, seorang Datuk mempunyai martabat yang tinggi dimata anak kemenakannya dan anak kemenakan kaum lainnya. Martabat seorang penghulu yang tinggi, disebabkan oleh sebagaimana ungkapan adat Minangkabau.

“Tumbuah dek ditanam, tinggi dek dianjuang, gadang dek diramba,” Ujar Datuk Marajo Tanpatiah.

Artinya, lanjut Datuk Marajo Tanpatiah kebesaran seorang Datuk karena dibesarkan oleh kaumnya dan biasanya untuk “Batagak Gala”.

Batagak Gala yaitu pengukuhan Datuk dilakukan berdasarkan proses adat dengan menyembelih kerbau, untuk menyematkan gelar kepada calon Datuk dan diberitahukan kepada masyarakat Nagari, sehingga anak-kemenekan berkewajiban untuk menghormati dan mematuhi setiap keputusan yang sudah dibuatnya.

Datuk yang tergabung anggota Perbankin tersebut mengungkapkan, pada proses pengukuhan Datuk, ada sejumlah hal unik dan tidak boleh dilanggar karena adat istiadat secara turun temurun, yaitu penyuguh makanan tidak boleh menyuguhkan makanan dan berdiri.

Penyuguh makanan harus menyajikan dengan cara duduk berjongkok dan mengenakan kain ikat pinggang.

“Setelah menyuguhkan harus mundur dan tidak boleh berputar badan atau berdiri,” terang Datuk Marajo Tanpatiah.

Pria yang telah memiliki satu anak tersebut menjelaskan, seorang Datuk harus memiliki sejumlah sifat yang harus dipenuhi, yaitu benar (Siddiq), dapat dipercaya (amanah), cerdas (Fatanah), dan menyampaikan (tablik). Apabila seorang penghulu tidak memiliki sifat tersebut seorang penghulu akan sering bersikap tidak adil kepada anak-kemenakan yang dipimpinnya. Sifat tersebut merupakan sifat wajib yang harus dimiliki seorang Datuk sesuai dengan ungkapan minangkabau “bajalan luruih, bakato bana”.

“Berjalan lurus dan berkata benar,” ucap Datuk Marajo Tanpatiah dengan tersenyum. (bersambung)

 

Editor : Pebri Mulya