RUKUN: Anak-kemenakan Datuk Marajo Tanpatiah di kediamannya di wilayah Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, beberapa waktu lalu. FOTO : DICKY/RADARDEPOK
RUKUN : Anak-kemenakan Datuk Marajo Tanpatiah di kediamannya di wilayah Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, beberapa waktu lalu. FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

Sebagai tokoh yang menjadi panutan, Datuk Marajo Tanpatiah kerap memberikan arahan dan masukan yang berpedoman dari warisan Nenek Moyang dalam memimpin. Datuk Marajo Tanpatiah telah menjalankan anjuran agama dan nenek moyang untuk memperhatikan anak yatim dengan memberikan santunan.

Laporan : Dicky Agung Prihanto 

RADARDEPOK.COM – Berkumpul bersama anak dan isteri, sesekali meneguk air dari cangkir, Datuk Marajo Tanpatiah mengulas kembali fungsi Datuk bagi sukunya. Datuk Marajo masih ingat betul dan sangat menjaga pesan yang diwariskan secara turun menurun dari nenek moyang sebagai seorang datuk.

Menurutnya, memimpin anak-kemenakannya seorang Datuk berdasarkan adat kebiasaan yang berlaku diakum yang dipimpinnya. Seperti Datuk Marajo Tanpatiah menggunakan pedoman dari nenek moyang, masyarakat Minangkabau selalu berpedoman terhadap Tambo.

“Manuruik alu nan lurui, manampuah jalan nan pasa, mamaliharo anak-kemenakan dan mamaliharo harato pusako,” ujar pria bertubuh gemuk tersebut.

Tidak selamanya memimpin kaum akan berjalan mulus, lanjut Datuk Marajo Tanpatiah terkadang terjadi perselisihan atau permasalahan didalam sukunya. Datuk Marajo Tanpatiah harus mengambil keputusan atau kebijakan terkait dengan harta pusaka dikaumnya untuk mensejahterahkan, menuntut dan menutup malu kaumnya.

Pria yang yang gemar ketupat padang tersebut mengungkapkan, Datuk harus menyelesaikan perselisihan antar kemenakannya, umumnya Datuk akan memanggil kemenekan yang sedang bermasalah untuk mendamaikannya. Apabila Datuk sudah mengambil keputusan dan mendamaikan anak kemenakannya, maka kemenakan akan menurut apa yang diputuskan oleh seorang Datuk. “Keputusan tersebut akan diterima dan dijalani kemenakan yang sebelumnya berselisih,” terang Datuk Marajo.

Guna menjaga keutuhan silahturahmi, sambung Datuk Marajo Tanpatiah kerap melakukan pertemuan. Pertemuan tersebut yaitu kumpulan atau arisan dengan bergantian rumah. Ia pun selalu menjalankan perintah agama, salah satunya menyantuni anak yatim. Uang santunan dihimpun dari sukunya akan dikumpulkan dan diberikan kepada anak yatim. “Kami mendahulukan anak yatim dari anak-kemenakan suku kami di bawah naungan Datuk Marajo Tanpatiah,” tutupnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya