MENDAFTARKAN GUGATAN : Anggota DPRD Kota Depok terpilih dari PKB, Babai Suhaimi mendatangi Pengadilan Negeri Kota Depok, Rabu (7/8). Dia mendaftarkan gugatan terkait pemecatan dirinya dari PKB. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MENDAFTARKAN GUGATAN : Anggota DPRD Kota Depok terpilih dari PKB, Babai Suhaimi mendatangi Pengadilan Negeri Kota Depok, Rabu (7/8). Dia mendaftarkan gugatan terkait pemecatan dirinya dari PKB. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi menilai, langkah hukum yang diambil Anggota DPRD Kota Depok dari Dapil 6 (Sawangan, Bojongsari, Cipayung), Babai Suhaimi lantaran dipecat dari PKB sudah tepat.

Seperti diketahui, Babai didampingi tim kuasa hukum, Rabu (7/8), mendatangi Pengadilan Negeri Kota Depok untuk menggugat akibat memecat dirinya.

“Saya melihat langkah yang ditempuh oleh Babai sudah tepat. Hanya ranah hukum yang mampu memberikan kepastian hukum,” kata Yusfitriadi kepada Radar Depok, Kamis (8/8).

Kang Yus-sapaannya-menjelaskan, Mahkamah Partai tidak akan menyelesaikan masalah hukum. Makanya upaya Babai dianggap sudah tepat. Sebab bila hal ini dirujuk ke Mahkamah Partai, yang diopsikan hanyalah win-win solution dan akan lebih banyak ke ranah komprominya dibandingkan dengan keadilan hukum.

“Beda dengan ke ranah hukum yang memberikan kepastian hukum untuk kedua belah pihak,” paparnya.

Ia melihat kasus ini serupa dengan yang dialami eks Politikus PKS, Fachri Hamzah. Sehingga secara empiris dan emosional, sudah sangat tepat ketika Kuasa Hukum Fachri Hamzah, Muhajid A Latief mendampingi Babai.

“Karena saya melihat Muhajid akan paham betul bagaimana menangani kasus Babai. Karena sudah dialami oleh Fachri Hamzah,” terangnya.

Namun, ia melihat lebih jauh dalam perspektif politik, setelah Babai dipecat dari PKB. Jelas ke depan, Babai akan membutuhkan kendaraan politik baru untuk berkiprah dan melanjutkan karier politiknya. Bahkan diketahui bersama, Fahri Hamzah merupakan salah satu yang membidani berdirinya Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) dan sudah deklarasi di 2024 bakal jadi partai politik.

“Sehingga dalam konteks politik, Fachri Hamzah juga akan sangat diuntungkan dipertemukan dengan Babai, walaupun pertemuannya dalam konteks hukum,” tandas Kang Yus. (cky)