CUEKIN LINGKUNGAN : Ketua RT4/3, Abdul Rajab Aji Purnama melihat pembangunan town house yang belum memiliki izin lingkungan di RT4/3, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Rabu (28/8). FOTO : DICKY/RADARDEPOK
CUEKIN LINGKUNGAN : Ketua RT4/3, Abdul Rajab Aji Purnama melihat pembangunan town house yang belum memiliki izin lingkungan di RT4/3, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Rabu (28/8). FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DURENMEKAR – Bangunan diatas lahan sekitar 600 meter berdiri kokoh empat rumah yang diduga town house di lingkungan RT4/3, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari. Namun, bangunan tersebut disoal pengurus lingkungan, lantaran tidak memiliki izin rekomendasi lingkungan.

Ketua RT4/3 Kelurahan Duren Mekar, Abdul Rajab Aji Purnama mengatakan, masyarakat disekitar bangunan yang diduga town house tersebut, mengalami gangguan kebisingan, dalam proses pembangunannya. Apalagi, pembangunan tersebut tidak memiliki rekomendasi izin lingkungan.

“Seharusnya membangun town house harus memiliki rekomendasi izin lingkungan, namun kami tidak pernah mengeluarkan izin,” ujar Aji kepada Radar Depok.

Aji menjelaskan, mulai dari tahap pembangunan, hingga telah berdiri empat bangunan rumah, tidak pernah meminta izin rekomendasi lingkungan. Padahal sudah jelas, untuk membuat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) harus ada rekomendasi izin lingkungan, namun pihaknya tidak pernah dimintai rekomendasi apapun terkait pembangunan town house tersebut.

Aji mengugkapkan, keberadaan bangunan tersebut telah dia laporkan ke Satpol PP Kota Depok, namun tidak mendapatkan respon maupun tindakan apapun. Bahkan dia mendapatkan informasi bahwa bangunan Town House tersebut akan dijual dengan perunit sekitar Rp900 juta.

“Kami hanya ingin menegakkan Perda Kota Depok dilingkungan kami, namun apabila izin keluar dari Pemkot tanpa rekomendasi kami, menunjukan ada indikasi permainan di Pemkot Depok,” tutup Aji. (rd)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto

Editor : Pebri Mulya