DPRD Depok: Selamatkan Tahura!

In Metropolis
AKAN DIPERBAIKI : Pengendara melintas di samping pagar Taman Hutan Raya (Tahura) yang rusak di kawasan Kecamatan Pancoranmas. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok berencana akan memperbaiki pagar yang rusak tersebut sepanjang 100 meter. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Adanya kerusakan dan hilangnya sejumlah fasilitas di Taman Hutan Raya di Jalan Raya Cagar Alam, Pancoranmas, membuat Anggota Legislatif Kota Depok angkat bicara.

Anggota Komisi C DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Sri Utami menilai, Pemkot Depok harus pro aktif menyosialisasikan kepada masyarakat guna menyelamatkan aset berharga tersebut.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok bersama pengurus lingkungan setempat harus memberikan edukasi secara masif kepada masyarakat. Aksi tersebut diharapkan warga tidak lagi merusak Tahura.

“Pemkot harus bergerak lebih cepat menyelamatkan Tahura dengan sosialisasi ke warga. Dan berharap mereka tidak akan melakukan perusakan di wilayah konservatif tersebut,” kata Sri kepada Radar Depok, Rabu (31/7).

Tahura merupakan aset yang harus dilindungi karena menjadi kawasan konservatif dan penghasil oksigen terbesar untuk Kota Depok. Walaupun dalam realitanya Tahura belum maksimal untuk pemenuhan ruang terbuka hijau (RTH) di kota belimbing ini.

“Walaupun Tahura tidak sebesar Kebun Raya Bogor tapi posisinya sangat strategis. Jadi bisa diberdayakan sebagai RTH,” jelas Sri.

Sri menuturkan, sejak Tahura berdiri pengelolaannya berada di Kementerian Lingkungan Hidup. Namun sejak 2018 pengelolaan tersebut telah dilimpahkan kepada pemerintah kota, sehingga baru tahun ini ada anggaran untuk perbaikan fasilitas di Tahura.

Dengan pengelolaan yang sudah berada di tangan Pemkot Depok, Tahura diharapkan dapat lebih tertata rapih dan menjadi kawasan wisata alam di Kota Depok seperti layaknya Kebun Raya Bogor. Tapi untuk mencapai harapan tersebut, perangkat daerah (PD) harus bersinergi.

“Seperti Satpol PP jangan sungkan menertibkan pelanggar terhadap Tahura. Aturan-aturan itu kan sudah jelas di Perda Ketertiban Umum,” tegas Sri.

Pantauan Radar Depok di Tahura yang berlokasi di Jalan Raya Cagar Alam, Kecamatan Pancoranmas. Fasilitas sekitar hutan ini seperti pagar dan tanah-tanah yang berada di perbatasan rumah penduduk sudah rusak dan banyak yang hilang. Bahkan kerap dijadikan tempat berkumpul dan aktivitas kegitan masyarakat setempat.

“Kami sudah anggarkan Rp100 juta untuk biaya pemasangan pagar yang telah hilang itu supaya masyarakat tidak lagi sembarangan masuk ke dalam Tahura,” pungkas Kasie Konservasi DLHK Depok, Rizal Maulana. (san)

You may also read!

laporan muhammadiyah spanduk

Ada Spanduk Provokatif, Muhammadiyah Kota Depok Bersikap

LAPORKAN : Ahmad Dahlan (kiri) mendampingi Ali Wartadinata (kanan) saat membuat laporan terkait spanduk provokatif

Read More...
mahasiswa baru universitas jayabaya

FTI Universitas Jayabaya Terima 196 Mahasiswa Baru

PELANTIKAN : Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Jayabaya melantik mahasiswa baru di Tahun Akademik 2020/2021

Read More...
idris dan imam saat pendaftaran

Berbekal Pengalaman, Idris-Imam Optimis Menang

DAFTAR : Didampingi pentolan partai dari Koalisi TAS, paket pasangan bakal calon walikota, Mohammad Idris

Read More...

Mobile Sliding Menu