MENDAFTARKAN GUGATAN : Caleg terpilih dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Babai Suhaimi didampingi pengacaranya Muhajid A Latief mendatangi Pengadilan Negeri Kota Depok, Grand Depok City, Rabu (7/8). Hal tersebut dilakukan untuk membuat pengaduan dan mendaftarkan gugatan terkait pemecatan dirinya dari PKB. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MENDAFTARKAN GUGATAN : Caleg terpilih dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Babai Suhaimi didampingi pengacaranya Muhajid A Latief mendatangi Pengadilan Negeri Kota Depok, Grand Depok City, Rabu (7/8). Hal tersebut dilakukan untuk membuat pengaduan dan mendaftarkan gugatan terkait pemecatan dirinya dari PKB. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Terselipnya alasan penggunaan narkoba dalam pemecatan Babai Suhaimi dari DPC PKB Kota Depok, menurut Pengurus Bidang Kepemudaan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Eddy Faisal adalah hal yang mengada-ada. Karena, hal itu tentu sangat tidak mungkin.

Eddy mengaku dirinya sudah mengenal lama Babai Suhaimi. Jadi, tuduhan adanya penyalahgunaan narkoba tentu tidak mungkin.

“Babai bukan orang yang bergaul dengan dunia narkoba, dia orangnya normal-normal saja dan baik,” ucapnya Selasa (13/8).

Selain itu, dugaan lainnya yang mengatakan Babai bertandem dengan Caleg DPR RI dari partai lain Eddy menganggap itu bukan sebuah masalah. Karena, caleg dari partai lain tersebut adalah anak didiknya. Membantu tetapi tidak mengkampanyekan, itu yang dilakukan Babai.

“Boleh-boleh saja, Babai Suhaimi membimbing, hanya sekali lagi. Babai tidak berkampanye untuk Wenny. Namun, seandainya jika memang tandem, itu juga sah-sah saja. Sebab, pada sistem Pemilu one man one vote, Babai di level kota,” paparnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya